• Download Anz Komik Apk

    Anz Komik adalah aplikasi baca komik gratis dengan lebih dari 1000 judul komik mulai dari Manga, Manhwa dan Manhua yang sudah dirilis dalam versi bahasa Indonesia.

  • Tujuan Pembentukan LBB

    Liga Bangsa-Bangsa beranggotakan 28 negara sekutu dan 14 negara netral. Tujuan pembentukan LBB pada waktu itu adalah untuk:

  • Daftar lagu soundtrack piala dunia (1990-2018)dan piala eropa (2000-2020)

    1.Gianna Nannini dan Edoardo Bennato-Un'estate (World Cup 1990) 1.1 We Are the Champions - Queen (World Cup 1994) 2.Ricky Martin - La Copa De La Vida (World Cup 1998)...

Selasa, 10 Januari 2017

Ini Alasan Mengapa Kita Ingin Meremas Bayi atau Hewan yang Menggemaskan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-bayi

DokterSehat.Com – Saat kita melihat bayi atau hewan-hewan yang lucu layaknya anak anjing atau kucing, ada kecenderungan untuk meremasnya kuat-kuat, mencubitnya, atau bahkan menggigitnya karena gemas. Kita tentu bertanya-tanya mengapa kita justru cenderung ingin melukai hal-hal yang terasa menggemaskan bagi kita. Menurut pakar kesehatan, keinginan ini ternyata normal adanya dan bukan menunjukan tanda jika kita adalah seorang psikopat. Seperti apakah penjelasan dari perilaku ini?

Pakar kesehatan dari Australia bernama dr. Karl Kruszelnicki menyebutkan jika dorongan untuk melukai sesuatu yang menggemaskan sebenarnya datang dari perasaan cinta kita yang memang tidak rasional. Menurut beliau, keinginan yang agak aneh ini juga berasal dari evolusi kehidupan manusia. Tentu bukan hal yang aneh saat kita ingin mengekspresikan rasa cinta kita pada orang lain dengan cara memeluknya erat-erat, bahkan sangat erat hingga yang kita peluk kesulitan bernafas, bukan? Sebagian orang bahkan bisa mengekspresikan besarnya rasa cinta pada orang lain dengan menggigitnya tanpa tahu apa alasannya.

Sebuah penelitian pun dilakukan oleh psikolog Oriana Aragon yang berasal dari Yale University. Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science pada tahun 2015 ini, keinginan untuk melukai hal-hal yang menggemaskan sebenarnya tidak benar-benar nyata. Hanya saja, sebagian orang memang memiliki keinginan untuk mengekspresikan emosi yang kuat dengan cara yang berlawanan. Sebagai contoh, saat kita merasa sangat berbahagia, kita justru menangis yang seharusnya muncul saat kita bersedih, kita juga akan tertawa saat merasa gugup. Hal yang sama terjadi saat kita tiba-tiba ingin meremas sesuatu yang sebenarnya sangat kita cintai atau kita lindungi.

Yang menarik, Aragon menyebutkan jika reaksi yang berlawanan ini adalah cara alami dari tubuh kita untuk menyeimbangkan fungsi emosi kita. Andai muncul emosi positif yang berlebihan, maka kita justru akan terdorong untuk melakukan ekspresi negatif atau sebaliknya untuk menyeimbangkannya.

Meskipun merupakan hal yang normal, ada baiknya tentu kita lebih baik dalam menahan diri untuk meremas bayi atau hewan-hewan kesayangan karena tentu hal ini bisa melukai mereka.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Sakit Perut Pada Anak – Pertolongan Pertama dan Prognosis

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-hiv-aids-anak-demam-hidung-tersumbat

Orangtua atau pengasuh harus jeli dan menghubungi bantuan yang tepat pada waktu yang tepat. Pantau anak terutama selama pemulihan sampai anak lebih baik. Remaja mungkin tidak ingin diganggu tapi orangtua tetap harus memantau.

Pertolongan Pertama Sakit Perut pada Anak

Berikut pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk menangani sakit perut pada anak:

  • Istirahat: Seorang anak yang mengalami sakit perut aktif biasanya dapat diatasi dengan dengan beristirahat. Tidur telungkup dapat membantu meringankan rasa sakit karena gas, tetapi posisi optimal adalah dengan posisi yang menurut anak nyaman untuk dirinya.
  • Diet: Orang bisa bertahan lama tanpa makanan padat tetapi perlu tetap terisi cairan. Dehidrasi membutuhkan waktu untuk memberikan gejala sehingga memaksa Anak agar terus mengonsumsi cairan tidak selalu dibutuhkan. Seorang anak yang muntah aktif tidak akan mampu menampung banyak cairan dalam perutnya. Dokter menyarankan memberikan sedikit cairan (1-2 ons) setiap 15-20 menit sampai anak dapat minum lebih banyak. Hindari minuman berwarna, berkarbonasi, berkafein, berlemak, atau cairan asin atau manis yang berlebihan, seperti cola gelap, teh, kopi, susu, minuman olahraga, dan jus buah.
  • Cairan yang diberikan: Jangan memberikan air atau susu yang direbus untuk bayi, karena dapat menyebabkan masalah serius dengan kandungan garam dari tubuh mereka. Juga, susu sulit untuk dicerna oleh perut yang sedang sakit. Dokter menyarankan berbagai cairan untuk mengatasi dehidrasi. Sebagai contoh, Pedialyte dapat dibeli tanpa resep. Cobalah untuk mempertahankan bayi kembali pada pola makan yang biasa sesegera mungkin. Pilihan yang baik untuk anak-anak meliputi jahe atau sup kaldu sederhana. Hindari susu, jus buah, minuman berkarbonasi berat, kopi, dan minuman olahraga pada pasien dengan diare, karena perut mungkin tidak mentolerir cairan tersebut. Jika anak yang lebih tua meminta minuman, hindari kafein atau minuman bersoda.
  • Makanan padat: Anak akan membiarkan Anda tahu kapan saatnya untuk kembali ke makanan padat. Mulai perlahan-lahan, pertama kali coba roti atau biskuit kemudian berlanjut ke makanan biasa. Pisang, saus apel, roti biasa, atau nasi merupakan makanan yang cocok untuk dikonsumsi setelah diet cair penuh.
  • Obat: Anda dapat menggunakan parasetamol (Panadol, Liquiprin, atau Tylenol) untuk mengendalikan demam. Kebanyakan dokter masih menghindari aspirin pada anak-anak. Hindari antibiotik kecuali diresepkan oleh dokter. Dokter tidak menyarankan obat-obatan herbal atau pengobatan rumah lainnya. Jika Anda menggunakan obat-obatan tersebut dan kemudian mengunjungi dokter, pastikan untuk memberitahu dokter apa yang Anda berikan kepada anak, karena bahan tersebut dapat memengaruhi rekomendasi pengobatan yang nantinya akan diresepi dokter.

Prognosis Sakit Perut pada Anak

Prognosis untuk sakit perut pada anak-anak adalah beragam, tergantung penyebab dari mading-masing penderitanya. Nyeri perut kiri yang diidentifikasi dan diobati dini membawa prognosis yang baik secara keseluruhan; namun, rasa sakit yang tidak terdiagnosis dan tidak diobati dapat mengancam jiwa. Akibatnya, pada awal penyakit anak, orangtua atau pengasuh harus bekerja dengan dokter anak dan rumah sakit untuk memastikan anak menerima perawatan yang tepat.

Sakit Perut Pada Anak :  1   2   3   4


Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Kanker Rahim – Penyebab dan Faktor Risiko

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Penyakit kista adalah momok bagi para wanita.

Adenokarsinoma endometrioid bisa karena kelebihan estrogen dari berbagai sumber, baik eksogen (sumber luar) atau endogen (dari dalam tubuh). Sumber eksogen meliputi terapi penggantian estrogen atau penggunaan tamoxifen. Tamoxifen meningkatkan risiko kanker endometrium oleh aktivitas agonis pada reseptor estrogen di lapisan endometrium. Sumber estrogen endogen termasuk obesitas dan polikistik ovarium sindrom (PCOS) dengan siklus anovulasi, atau tumor sel granulosa.

Peningkatan indeks massa tubuh juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker endometrium. Penelitian telah menemukan risiko 3 kali lipat pada wanita dengan kelebihan berat badan sebanyak 10–20 kg dan 10 kali lipat pada wanita dengan kelebihan berat badan di atas 20 kg. Androstenedion diubah menjadi estrone, dan androgen aromatized untuk estradiol dalam jaringan adiposa (jaringan lemak), yang mengarah ke tingkat estrogen yang lebih tinggi pada wanita obesitas.

Tabel 1. Faktor-faktor Penyebab Kanker Endometrium

Faktor RisikoJumlah Berapa Kali
Peningkatan Risiko
Terapi pengganti hormon estrogen saja (HRT)2–10 kali
Obesitas2–20 kali
PCOS (kista ovarium polikistik),
anovulasi kronik
3 kali
Tamoxifen2–3 kali
Nuliparitas2–3 kali
Menarche lebih dini,
menopause lebih terlambat
2–3 kali
Hipertensi dan diabetes2–3 kali

Faktor-faktor lain yang terkait dengan meningkatnya risiko seseorang terkena kanker endometrium diyakini terkait dengan mekanisme yang sama dari peningkatan kadar estrogen. Nulliparity dan infertilitas yang mungkin berhubungan dengan anovulasi kronis. Peningkatan penggunaan alkohol dapat meningkatkan kadar estrogen. Menopause terlambat dan awal menarche dapat dikaitkan dengan siklus anovulasi lebih dan estrogen sehingga lebih dilawan.

Meskipun tidak ada bukti bahwa skrining untuk kanker endometrium pada populasi berisiko tinggi, seperti pasien tamoxifen atau pasien yang memiliki sindrom HNPCC, beberapa masyarakat menganjurkan skrining dengan biopsi endometrium dimulai pada usia 35 tahun pada pasien dengan HNPCC.

Faktor-faktor yang menurunkan estrogen berhubungan dengan penurunan risiko kanker endometrium. Penggunaan kombinasi lisan pil kontrasepsi selama 12 bulan mengurangi risiko kanker endometrium oleh lebih dari 40%. Demikian pula, wanita menopause mengambil hormon estrogen dan progesteron terapi penggantian gabungan juga telah ditemukan untuk menurunkan tingkat mereka kanker endometrium. Semntara itu, merokok diperkirakan akan menurunkan risiko kanker endometrium dengan menurunkan tingkat estrogen serta menyebabkan menopause lebih awal.

Kanker Rahim – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5 6 7 8 9


Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Benarkah Jus Apel Bisa Mengeluarkan Batu Empedu?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-buah-apel

DokterSehat.Com – Beberapa waktu yang lalu, kita tentu pernah melihat adanya tips yang beredar di media sosial yang menyebutkan jika dengan mengkonsumsi jus apel, maka kita akan mampu mengeluarkan batu empedu secara alami, tanpa melalui prosedur operasi. Di dalam tips tersebut, penderita masalah batu empedu diminta untuk mengkonsumsi jus apel yang sudah dicampurkan dengan lemon dan juga garam secara teratur. Apakah tips ini memang benar-benar ampuh mengeluarkan batu empedu secara alami?

Pakar kesehatan penyakit dalam bernama dr. Tirza Gwendoline, SpPD dari RS Evasari, menyebutkan jika meskipun mudah dilakukan dan tidak akan memberikan resiko kesehatan, sejauh ini belum ada hasil penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa jus apel ini mampu mengeluarkan batu empedu. Hal ini berarti tips ini sepertinya belum tentu benar adanya. Menurut dr. Tirza, jus apel memang memiliki kandungan yang cenderung asam sehingga mungkin bisa membantu meningkatkan kontraksi pada otot dan memperlancar saluran pencernaan. Sayangnya, sekali lagi, hal ini masih belum benar-benar terbukti secara ilmiah.

Sebagai informasi, batu empedu ini bisa muncul dalam dua jenis, yakni batu kolesterol dan juga batu pigmen. Andai batu empedu terjadi karena masalah kolesterol, biasanya hal ini terjadi karena kita suka mengkonsumsi makanan dengan kandungan lemak tinggi sehingga kolesterol berlebihan ini akhirnya mengendap menjadi batu. Sementara itu batu pigmen kerap kali muncul karena adanya masalah pada darah atau pada organ liver.

Menurut dr. Tirza, andai kita mengkonsumsi makanan berlemak, empedu pada perut kita akan berkontraksi dan secara perlahan akan membuat batu empedu terlarut atau keluar. Andai ukuran batu empedu ini masih dibawah 5 mm, maka tubuh akan bisa melarutkannya atau mengeluarkannya dengan mudah mengingat ukuran batu ini masih bisa melalui saluran empedu yang memang kecil. Hanya saja, andai ukuran batu lebih besar, dikhawatirkan batu ini justru akan menyumbat saluran empedu dan bisa memicu masalah yang lebih besar.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Aktif Bergerak Membuat Kesehatan Mental Anak Terjaga

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-anak-kecil-bermain

DokterSehat.Com – Adalah hal yang wajar untuk melihat anak aktif bergerak. Selain asik bermain, anak juga bisa terus bergerak dengan cara berlarian bersama dengan teman-temannya. Pakar kesehatan menyebutkan jika dengan anak terus aktif bergerak, mereka akan mendapatkan kesehatan fisik dan mental yang jauh lebih baik. Bahkan, berdasarkan hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh Norwegian University of Science and Technology, diketahui bahwa dengan aktif bergerak, anak-anak juga cenderung lebih baik dalam melawan depresi.

Penelitian yang hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics ini dilakukan dengan melibatkan sekitar 800 anak. Rata-rata usia anak tersebut adalah 6 tahun. Pakar kesehatan meminta anak-anak untuk menjawab kebiasaan olahraga atau permainan apa saja yang mereka kerap lakukan sehari-hari. Kemudian, saat anak ini sudah berusia 8 hingga 10 tahun, para peneliti mengecek apakah anak-anak ini mengalami gejala depresi atau tidak.

Tonje Zahl, peneliti utama dari studi ini, menyebutkan jika anak-anak yang cenderung kurang aktif bergerak memiliki resiko lebih besar untuk terkena gejala depresi jika dibandingkan dengan anak-anak yang aktif. Andai anak-anak memang sudah terkena depresi, kebiasaan untuk tidak aktif bergerak justru akan membuat masalah ini menjadi lebih buruk. Menurut beliau, olahraga atau aktifitas fisik memang bukan obat dari depresi, namun, setidaknya mampu menurunkan beberapa gejala depresi.

Dengan adanya hasil penelitian ini, Zahl berharap agar orang tua sebaiknya mendukung anak andai mereka aktif bergerak atau menyukai olahraga tertentu. Dengan mendapatkan dukungan atau fasilitas untuk terus melakukan aktifitas fisik yang mereka sukai, kesehatan mental anak akan terjaga dalam jangka panjang. Selain itu, anak yang aktif juga akan cenderung lebih baik dalam melawan obesitas, membantu pertumbuhan tulang, sekaligus membuat sistem kekebalan tubuh mereka semakin membaik.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Jangan Sepelekan Munculnya Demam Pada Ibu Hamil

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-hamil-pusing-Preeklamsia

DokterSehat.Com – Ibu yang sedang hamil memang bisa mengalami perubahan fisik sehingga membuat mereka cenderung mudah terkena flu, kelelahan, atau bahkan demam. Meskipun terlihat layaknya masalah kesehatan yang ringan, pakar kesehatan ternyata mewanti-wanti ibu hamil untuk mewaspadai munculnya demam. Bisa jadi, demam ini adalah tanda akan adanya masalah kesehatan yang lebih serius seperti berikut ini.

Korioamnionitis
Andai ibu hamil mengalami demam tinggi dan disertai dengan munculnya keringat berlebihan, peningkatan denyut jantung, dan keluarnya keputihan yang tidak biasa, bisa jadi hal ini terjadi karena masalah korioamnionitis. Masalah kesehatan ini biasanya terjadi karena adanya infeksi bakteri pada selaput janin. Andai korioamnionitis ini tidak diobati dengan benar, dikhawatirkan akan memicu infeksi pinggul, infeksi perut, atau pembekuan darah pada ibu hamil. Selain itu, hal ini juga bisa memicu infeksi pada bayi sehingga saat terlahir dikhawatirkan bayi akan terkena masalah pernafasan.

Listeriosis
Listeriosis adalah infeksi yang disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi. Andai ibu hamil mengalaminya, sistem kekebalan tubuhnya cenderung mengalami gangguan sehingga akan menimbulkan demam, diare, mual-mual, nyeri otot, sakit kepala, kaku pada leher, hilangnya keseimbangan, atau bahkan kejang-kejang. Andai hal ini dibiarkan begitu saja, dikhawatirkan bisa memicu kelahiran prematur, keguguran, hingga infeksi berbahaya pada bayi.

Agar tidak mudah terkena penyakit listeriosis ini, ada baiknya ibu hamil menghindari makanan daging olahan layaknya nugget, sosis, atau makanan kaleng yang mengandung bahan pengawet. Selain itu, andai ibu hamil suka dengan makanan laut, pastikan makanan laut ini tidak memiliki kandungan merkuri berlebihan dan sudah dimasak dengan matang.

Infeksi rahim
Semanjak trimester pertama kehamilan, ibu bisa saja mengalami infeksi rahim yang disebabkan oleh proses pembedahan akibat keguguran di waktu lampau. Andai hal ini terjadi, ibu bisa mengalami demam tinggi, nyeri perut yang luar biasa, hingga tubuh yang menggigil. Pastikan ibu hamil segera memeriksakan kondisi ini ke dokter karena andai tidak segera diobati, bayi beresiko tinggi terkena gangguan pernafasan.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Selulit Merusak Penampilan Anda? Atasi Dengan Minuman Ini

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-selulit

DokterSehat.Com – Bagi banyak wanita, selulit adalah salah satu masalah yang sangat menjengkelkan. Bagaimana tidak, selulit yang kerap muncul pada bagian paha, perut, lengan, atau bahkan pinggul ini tentu akan membuat penampilan wanita menjadi tidak maksimal. Yang menjadi masalah adalah, selulit juga tidak mudah untuk dihilangkan. Beruntung, pakar kesehatan menyebutkan jika ada cara alami yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah selulit ini. Sepeti apakah cara alami tersebut?

Bukan dengan terapi pemijatan atau memakai bahan alami yang dioleskan pada area kulit yang terkena selulit, kita bisa mengatasinya dengan minuman alami campuran dari cuka apel dan jus tomat. Pakar kesehatan menyebutkan jika andai kita rutin mengkonsumsinya, selulit yang ada pada kulit kita akan bisa segera menghilang. Dilansir dari laman kesehatan Boldsky, kombinasi dari kedua bahan alami ini ternyata mampu melarutkan lapisan lemak yang ada di bawah lapisan kulit. Sebagai informasi, larutan lemak di bawah kulit inilah yang menjadi pemicu munculnya selulit.

Lantas, bagaimana cara kita membuat minuman alami yang bisa mengatasi masalah selulit ini? Kita hanya tinggal mempersiapkan tiga sendok makan cuka apel dan juga empat sendok makan jus tomat. Setelah kedua bahan ini dicampur, maka minuman ini siap untuk dikonsumsi. Pakar kesehatan menyarankan kita untuk meminumnya sekali sehari selama beberapa bulan sehingga selulit pun lambat laun menipis dan akhirnya hilang dari kulit kita.

Selain membantu kita mengenyahkan selulit, pakar kesehatan menyebutkan jika minuman alami ini mampu membuat elastisitas kulit kita menjadi lebih kencang dari dalam. Hanya saja, untuk memastikan proses penghilangan selulit ini bisa semakin lancar, ada baiknya kita mencukupi kebutuhan air harian dan rutin berolahraga. Dengan kulit yang terhidrasi dengan baik, maka proses menyamarkan selulit pun akan berlangsung dengan lebih cepat.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Senin, 09 Januari 2017

Benarkah KB IUD Bisa Mencegah Kanker Serviks?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Sekilas tentang penyakit miom & gejala penyakit miom

DokterSehat.Com – Salah satu cara untuk mengendalikan kehamilan dengan baik adalah dengan mengikuti program KB. Dari sekian banyak program KB yang bisa dipilih oleh pasangan suami istri, program KB IUD atau Ultrauterine Device cukup banyak memiliki peminat. KB IUD atau yang kerap disebut sebagai KB spiral ini dianggap cukup efektif untuk mencegah kehamilan. Selain itu, banyak pula orang yang percaya jika KB IUD ini bisa mencegah kanker serviks. Apakah hal ini benar adanya?

Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan di Institut Catala d’Oncologia yang ada di Catalan, Spanyol, menyebutkan jika KB IUD memang mampu menurunkan resiko terkena kanker serviks dan kanker endometrium dengan signifikan. Penelitian yang melibatkan 20 ribu wanita dan dilakukan selama 10 tahun ini dipublikasikan hasilnya dalam jurnal The Lancet Oncology dan berhasil membuktikan jika resiko terkena kanker serviks bertipe squamous-cell carcinoma bisa menurun hingga 44 persen. Selain itu, resiko terkena kanker bertipe adenocarcinoma dan tipe adenosquamous carcinoma bisa menurun hingga 54 persen. Hal ini berarti, KB IUD ini memang sangat baik dalam mencegah kanker yang cukup mematikan ini.

Pakar kesehatan yang terlibat dalam penelitian ini, Xavier Castellsague, PhD, menyebutkan jika program KB IUD yang ditaman dalam rahim ternyata bisa memberikan respon pada peradangan sehingga secara efektif mencegah dan menghilangkan virus HPV (human papillomavirus) yang merupakan penyebab dari kanker serviks.

Andai anda masih cukup ragu untuk menggunakan KB IUD, adanya manfaat besar dari penggunaan program KB ini untuk mencegah kanker serviks mungkin bisa menjadi pertimbangan anda untuk menggunakannya. Perkembangan teknologi kesehatan juga kini semakin membantu pemasangan IUD dengan lebih aman sehingga kini resiko untuk mengalami luka pada organ tubuh saat memasangnya pun semakin kecil.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Pria Masa Kini Cenderung Ingin Memiliki Tubuh yang Berotot

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-gym-fitness-olahraga

DokterSehat.Com – Sebuah penelitian yang dilakukan oleh dr. Harrison Pope yang merupakan direktur Biological Psychiatry Laboratory yang ada di McLean Hospital di Massachusetts, Amerika Serikat, menyebutkan jika pria masa kini di Amerika Serikat cenderung ingin memiliki tubuh ala superhero yang berotot. Menurut mereka, dengan tubuh yang berotot, tampilan mereka menjadi lebih prima dan lebih jantan. Sayangnya, untuk mendapatkan tubuh yang berotot ini, banyak pria yang tidak memilih jalan yang sehat, yakni berolahraga atau menerapkan pola makan sehat. Mereka justru kerap terjerumus dalam obat-obatan yang berbahaya bagi kesehatannya.

Tanpa kita sadari, dunia film atau para model kini semakin menggambarkan pria berusia muda hingga yang berusia 45 tahun sebagai pria yang lebih berotot. Hal ini ternyata mempengaruhi pola pikir banyak pria untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. Menurut Pope, ada sebuah penelitian yang dilakukan tahun lalu yang menunjukkan jika pria Amerika cenderung tidak puas dengan kondisi fisiknya layaknya yang terjadi pada kaum hawa. Para remaja pria bahkan kini cenderung lebih tidak puas dengan kondisi tubuhnya jika dibandingkan dengan remaja putri.

Banyak yang menggambarkan otot pada tubuh pria sebagai simbol maskulinitas. Karena alasan inilah kini pusat kebugaran atau gym cenderung memiliki lebih banyak pengunjung daripada jaman dahulu. Sayangnya, kini juga semakin banyak pria yang mengkonsumsi anabolic steroid, obat-obatan yang diyakini mampu menambah massa otot sehingga bisa membuat tubuh menjadi lebih kekar. Pope bahkan menyebutkan jika setidaknya ada 4 juta pria Amerika pernah mengkonsumsi obat-obatan ini setidaknya sekali dalam hidupnya.

Kebanyakan pria berusia muda menggunakan obat ini untuk memperbaiki kondisi fisik mereka. Padahal, konsumsi obat ini mampu meningkatkan resiko kematian dini, gangguan neurobehavioral layaknya gangguan berpikir dan memperhatikan, hingga gangguan jantung. Banyak hasil penelitian yang menyebutkan jika konsumsi steroid mampu memicu cardio myopathy, kondisi dimana jantung tak mampu memompa atau mengisi darah dengan efektif. Selain itu, ada pula resiko terkena gangguan hormon yang bahkan bisa memicu masalah gangguan seksualitas.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Saat Operasi Usus Buntu, Dokter Justru Menemukan Tengkorak dan Otak Pada Ovarium Gadis Ini

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-operasi-pisau
pic credit: Army Medicine

DokterSehat.Com – Sebuah kejadian mengejutkan terjadi di Jepang. Beberapa waktu lalu, seorang gadis remaja dijadwalkan untuk melakukan operasi usus buntu. Yang tidak diduga adalah, saat melakukan operasi ini, tim bedah justru menemukan adanya tumor pada ovarium sang gadis. Tumor ini sendiri memiliki semacam tengkorak dan otak sehingga menjadi berita yang menggegerkan. Apa yang sebenarnya terjadi?

Kepalang tanggung, tim dokter pun akhirnya sekalian mengangkat tumor tersebut. Namun, tumor ini sangatlah tidak biasa karena memiliki semacam otak dan rambut. Pada otak di dalam tumor ini, sudah ada cerebellum atau semacam gumpalan yang berbentuk mirip layaknya batang otak. Bahkan, tumor yang memiliki lebar 10 cm ini sudah memiliki tulang tengkorak yang menyelubungi sebagian otak.

Sebenarnya, sudah cukup sering terjadi penemuan benda-benda asing di dalam tumor atau yang dalam dunia medis disebut sebagai teratoma. Selain rambut, kita juga bisa menemukan gigi, tulang, lemak, atau bahkan otot-otot. Namun, tetap saja kasus yang terjadi di Jepang ini sangat mengherankan banyak pakar kesehatan. Masayuki Shintaku, pakar kesehatan dari Shiga Medical Center for Adults di Jepang, menyebutkan jika kasus ditemukannya struktur teratoma yang memiliki bentuk layaknya otak, apalagi yang dilengkapi tengkorak, sangatlah jarang terjadi. Shintaku yang meneliti kasus ini bahkan menyebutkan jika otak ini sudah dilengkapi serabut saraf layaknya otak pada umumnya.

Sayangnya, hingga saat ini masih belum ada penelitian yang menjelaskan bagaimana teratoma ini bisa terbentuk. Namun, banyak pakar kesehatan yang yakin jika teratoma ini muncul karena adanya sel-sel yang belum matang yang justru membentuk bagian tubuh yang tidak lazim.

Gadis remaja berusia 16 tahun ini termasuk cukup beruntung untuk tidak mengalami masalah kesehatan mengingat cukup banyak pemilik teratoma yang terkena masalah layaknya perubahan kepribadian, mengalami masalah paranoid, kecemasan dan kebingungan berlebihan, kejang-kejang, atau bahkan hilang ingatan. Setelah teratoma anehnya diangkat, Ia sendiri kembali pulih seperti sedia kala.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.