• Download Anz Komik Apk

    Anz Komik adalah aplikasi baca komik gratis dengan lebih dari 1000 judul komik mulai dari Manga, Manhwa dan Manhua yang sudah dirilis dalam versi bahasa Indonesia.

  • Tujuan Pembentukan LBB

    Liga Bangsa-Bangsa beranggotakan 28 negara sekutu dan 14 negara netral. Tujuan pembentukan LBB pada waktu itu adalah untuk:

  • Daftar lagu soundtrack piala dunia (1990-2018)dan piala eropa (2000-2020)

    1.Gianna Nannini dan Edoardo Bennato-Un'estate (World Cup 1990) 1.1 We Are the Champions - Queen (World Cup 1994) 2.Ricky Martin - La Copa De La Vida (World Cup 1998)...

Kamis, 23 Agustus 2018

Macam-macam Obat Herbal dan Khasiatnya

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Doktersehat-obat-obatan-herbal

DokterSehat.Com – Meski teknologi yang saat ini semakin maju dan perkembangan jenis obat-obatan semakin lebih bagus, kenyataanya obat yang berasal dari bahan alam atau yang biasa disebut dengan obat herbal semakin banyak digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit dan menjadi salah satu penyembuhan alternatif yang paling digemari.

Banyak yang menggunakan obat-obatan herbal dengan alasan bahwa obat ini lebih aman dibandingkan dengan obat kimia. Negara yang paling terkenal dengan penyembuhan alternatif dengan menggunakan obat-obatan herbal adalah China.

Seperti diketahui, obat-obat tradisional ini telah membantu menyembuhkan banyak orang dengan penyakit yang berbeda, meskipun beberapa obat tersebut tidak memiliki klaim terapi, obat-obatan herbal masih menjadi pilihan utama yang paling aman dan efektif untuk digunakan.

baca juga: 4 Jenis Obat Herbal untuk Melangsingkan Badan Pasca Melahirkan

Namun, sebelum menggunakan obat-obatan herbal sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengambil salah satu produk herbal.

Macam-macam Obat Herbal dan Khasiatnya

Berikut berbagai jenis obat herbal yang bisa Anda gunakan untuk mengobati berbagai penyakit:

1. Temulawak

Temulawak (Curcuma xanthorhiza roxb) yang termasuk dalam keluarga jahe (zingiberaceae), merupakan tanaman obat herbal asli Indonesia. Penyebaran tanaman temulawak banyak tumbuh di Pulau Jawa, Maluku dan Kalimantan.

Karakteristik temulawak tumbuh sebagai semak tanpa batang, mulai dari pangkalnya sudah berupa tangkai daun yang panjang berdiri tegak. Tinggi tanaman antara 2-2,5 milimeter, daunnya panjang bundar seperti daun pisang yang mana pelepah daunnya saling menutup membentuk batang.

Tanaman ini bisa tumbuh subur di dataran rendah dengan ketinggian 750 meter di atas permukaan laut, tanaman ini bisa dipanen setelah 8-12 bulan dengan ciri-ciri daun menguning.

Umbinya akan tumbuh di pangkal batang berwarna kuning gelap atau cokelat muda dengan diameter panjang 15 cm dan 6 cm, baunya harum dan sedikit pahit dan agak pedas.

Temulawak sudah lama digunakan secara turun temurun oleh nenek moyang kita untuk mengobati sakit kuning, diare, maag, perut kembung dan pegal-pegal. Namun akhir-akhir ini juga bisa dimanfaatkan untuk menurunkan lemak darah, mencegah penggumpalan darah sebagai antioksidan dan memelihara kesehatan dengan meningkatkan kekebalan tubuh.

2. Kunyit

Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh daerah tropis, tanaman kunyit tumbuh subur dan liar disekitar hutan atau bekas kebun. Diperkirakan berasal dari Binar pada ketinggian 1300-1600 mdpl, ada juga yang mengatakan bahwa kunyit berasal dari India.

Di daerah Jawa, kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu karena berkhasiat menyejukkan, membersihkan, mengeringkan, menghilangkan gatal, dan menyembuhkan kesemutan. Manfaat utama tanaman kunyit, yaitu sebagai bahan obat herbal, bahan baku industri jamu dan kosmetik, bahan bumbu masak, peternakan dan lain-lain.

Di samping itu rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat sebagai anti-inflamasi, antioksidan, anti-mikroba, pencegah kanker, anti-tumor, dan menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol, serta sebagai pembersih darah.

3. Keji beling

Keji beling atau orang Jawa menyebutnya dengan nama sambang geteh, sementara di tanah pasundan dikenal dengan sebutan remek daging, reundeu beureum, dan orang ternate menyebutnya dengan nama lire. Tumbuhan ini memiliki banyak mineral seperti kalium, kalsium, dan natrium serta unsure mineral lainnya.

Disamping itu juga terdapat asam silikat, tannin, dan glikosida. Kegunaannya sebagai obat disentri, diare (mencret) dan obat batu ginjal serta dapat juga sebagai penurun kolesterol. Daun tanaman ini bisa direbus untuk diminum airnya, juga dapat dimakan sebagai lalapan setiap hari dan bisa dikonsumsi secara teratur.

Daun keji beling juga kerap digunakan untuk mengatasi tubuh gatal kena ulat atau semut hitam, caranya dengan mengoleskan daun keji beling pada bagian yang gatal tersebut. Sementara untuk mengatasi diare (mencret), disentri, seluruh bagian dari tanaman ini direbus, selama lebih kurang setengah jam, kemudian airnya diminum. Prosesnya yang sama untuk mengobati batu ginjal.

Daun keji beling juga dapat mengatasi kencing manis dengan cara dimakan sebagai lalapan secara teratur setiap hari. Demikian pula untuk mengobai penyakit lever (sakit kuning), ambeien (wasir) dan maag dengan cara dimakan secara teratur.

4. Sambiloto

Sambiloto atau Andrographis paniculata, adalah sejenis tanaman obat herbal dari famili Acanthaceae, yang berasal dari India dan Sri Lanka. Sambiloto juga dapat dijumpai di daerah lainnya, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, serta beberapa tempat di benua Amerika.

Genus Andrographis memiliki 28 spesies herba, namun hanya sedikit yang berkhasiat medis, salah satunya adalah Andrographis paniculata (sambiloto). Daun sambiloto banyak mengandung senyawa Andrographolide, yang merupakan senyawa lakton diterpenoid bisiklik.

Senyawa kimia yang rasanya pahit ini pertama kali diisolasi oleh Gorter pada tahun 1911, andrographolide memiliki sifat melindungi hati (hepatoprotektif) dan terbukti mampu melindungi hati dari efek negatif galaktosamin dan parasetamol. Khasiat ini berkaitan erat dengan aktivitas enzim-enzim metabolik tertentu, sambiloto telah lama dikenal memiliki khasiat medis.

Ayurveda adalah salah satu sistem pengobatan India kuno yang mencantumkan sambiloto sebagai obat herbal, dimana sambiloto disebut dengan nama Kalmegh pada Ayurveda. Selain berkhasiat melindungi hati, sambiloto juga dapat menekan pertumbuhan sel kanker. Hal ini disebabkan karena senyawa aktifnya, yakni Andrographolide, menurunkan ekspresi enzim CDK4 (cyclin dependent kinase 4).

5. Tempuyung

Tempuyung atau Sonchus arvensis L termasuk tanaman terna menahun yang biasanya tumbuh di tempat-tempat yang ternaungi, daunnya hijau licin dengan sedikit ungu, tepinya berombak, dan bergerigi tidak beraturan. Di dekat pangkal batang, daun bergerigi itu terpusar membentuk roset dan yang terletak di sebelah atas memeluk batang berselang seling.

Daun berombak memeluk batang inilah yang berkhasiat menghancurkan batu ginjal, di dalam daun tersebut terkandung kalium berkadar cukup tinggi. Kehadiran kalium dari daun tempuyung inilah yang membuat batu ginjal berupa kalsium karbonat tercerai berai, karena kalium akan menyingkirkan kalsium untuk bergabung dengan senyawa karbonat, oksalat, atau urat yang merupakan pembentuk batu ginjal.

Endapan batu ginjal itu akhirnya larut dan hanyut keluar bersama urine, untuk menggunakannya sebagai obat diperlukan lima lembar daun tempuyung segar. Setelah dicuci bersih, daun diasapkan sebentar. Daun tersebut dimakan sebagai lalapan bersama nasi, dalam sehari Anda bisa memakan lalap itu sebanyak tiga kali.

baca juga: Ini Alasan Mengapa Orang Indonesia Lebih Suka Minum Obat Herbal Saat Masuk Angin

6. Beluntas

Beluntas merupakan tanaman perdu tegak, berkayu, bercabang banyak, dengan tinggi bisa mencapai dua meter. Daun tunggal, bulat bentuk telur, ujung runcing, berbulu halus, daun muda berwarna hijau kekuningan dan setelah tua berwarna hijau pucat serta panjang daun 3,8-6,4 cm. Tumbuh liar di tanah dengan kelembapan tinggi, di beberapa tempat di wilayah Jawa Barat tanaman ini digunakan sebagai tanaman pagar dan pembatas antar-guludan (petak tanah) di perkebunan.

Beberapa daerah di Indonesia menyebut nama beluntas dengan nama yang berbeda seperti baluntas (Madura), luntas (Jawa Tengah), dan lamutasa (Makasar). Secara tradisional daun beluntas digunakan sebagai obat-obatan herbal untuk menghilangkan bau badan, obat turun panas, obat batuk, dan obat diare.

Daun beluntas yang telah direbus sangat baik untuk mengobati sakit kulit, di samping itu daun beluntas juga sering dikonsumsi oleh masyarakat sebagai lalapan. Adanya informasi secara tradisional dari masyarakat yang telah lama memanfaatkan daun beluntas sebagai salah satu tanaman obat herbal mendorong para peneliti untuk mengadakan berbagai penelitian guna membuktikan khasiatnya secara ilmiah.

Nah, itulah macam-macam obat tradidional yang bisa Anda coba untuk menyembuhkan berbgai macam penyakit. Selamat mencoba ya, Teman Sehat!



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Cotrimoxazole: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

cotrimoxazole-doktersehat

DokterSehat.Com – Obat apa Cotrimoxazole? Cotrimoxazole adalah obat antibiotik yang merupakan perpaduan dari dua obat yaitu Sulfamethoxazole dan Trimethoprim. Kedua obat ini menghasilkan efek bakterisidal atau membunuh bakteri dan juga bakteriostatik atau menghentikan perkembangan bakteri. Obat ini efektif untuk mengatasi infeksi akibat bakteri gram-positif maupun bakteri gram-negatif, tetapi tidak bisa mengatasi infeksi akibat virus.

Manfaat

Secara umum Cotrimoxazole atau Kotromoksazol digunakan untuk mengatasi gejala penyakit berikut ini:

  • Infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri seperti Streptococcus pneumonia (penyabab pneumonia), Haemophilus influenzae (penyabab Artritis Infeksiosa dan meningitis pada anak, Pneumocystis carinii (penyebab Pneumocystis pneumonia).
  • Infeksi saluran kemih dan kelamin akibat bakteri seperti E. Coli, Enterobacter sp, Proteus mirabilis, Klebsiella sp, Morganella morganii, dan Proteus vulgaris.
  • Infeksi saluran pencernaan yang diakibatkan oleh bakteri seperti E. Coli. (penyebab diare), Shigella flexneri dan Shigella sonnei (penyebab disentri basiler).
  • Infeksi saluran telinga seperti otitis meda yang umumnya disebabkan oleh bakteri Streptococcus hemoliticus, Staphylococcus aureus, Pneumococcus dan Haemophilus influenzae.

Dosis

Cotrimoxazole tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, dan juga suspensi bergantung pada merek dagang obatnya. Komposisi dari Cotrimoxazole juga berbeda-beda pada setiap bentuk obatnya, berikut adalah rinciannya:

  • Cotrimoxazole tablet dengan komposisi 400 mg Sulfamethoxazole dan 80 mg Trimethoprim.
  • Cotrimoxazole bentuk kaplet dengan komposisi 800 mg Sulfamethoxazole dan 160 mg Trimethoprim.
  • Cotrimoxazole suspensi (bentuk sirup) dengan komposisi 200 mg Sulfamethoxazole dan 200 mg Trimethoprim dalam setiap satu sendok takar (5 ml).

Berikut adalah dosis yang dianjurkan untuk penggunaan Cotrimoxazole:

  • Bayi usia 1.5-6 bulan: Cotrimoxazole suspensi 2.5 ml atau ½ sendok takar diminum 2 kali sehari.
  • Anak usia 6 bulan-6 tahun: Cotrimoxazole suspensi 5 ml atau 1 sendok takar diminum 2 kali sehari.
  • Anak usia 6-12 tahun: Cotrimoxazole tablet dosis 480 mg diminum 2 kali sehari.
  • Dewasa atau anak usia di atas 12 tahun: Cotrimoxazole kaplet forte dosis 960 mg diminum 2 kali sehari.

Efek Samping

Setiap obat tentunya memilki efek samping. Cotrimoxazole sebenarnya termasuk obat yang jarang menimbulkan efek samping, tapi berikut adalah efek samping yang mungkin muncul akibat obat ini (urutan dari atas ke bawah mulai dari yang paling sering hingga yang paling jarang terjadi):

  • Hiperkalemia (peningkatan kalium dalam darah)
  • Mual
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Timbul ruam merah
  • Selara makan hilang
  • Penurunan jumlah leukosit, eritrosit, atau trombosit.
  • Depresi
  • Hiponatremia (penurunan natrium dalam darah)
  • Hipoglikemia (penurunan gula darah)
  • Halusinasi
  • Kejang
  • Stomatitis atau sariawan
  • Kolitis (radang usus)
  • Pankreatisis (radang pancreas)
  • Gangguan fungsi hati dan ginjal
  • Nyeri otot dan sendi
  • Gangguan empedu
  • Kesulitan bernapas
  • Sindrom Stevens-Johnson

Jika timbul efek samping seperti yang disebutkan di atas, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter.

Interaksi Obat

Konsumsi Cotrimoxazole bersamaan dengan obat lain atau dalam kondisi tubuh tertentu bisa menyebabkan kinerja obat menurun atau meningkatkan kemungkinan munculnya efek samping.

Kondisi tubuh yang tidak disarankan menggunakan Cotrimoxazole:

  • Gangguan ginjal dan hati
  • Hipersensitivitas terhadap Sulfamethoxazole dan Trimethoprim
  • Folat defisiensi
  • Batu saluran kemih atau obstruksi saluran kemih
  • Sedang menjalani Hemodialisis
  • Radang usus besar

Obat yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bersamaan dengan Cotrimoxazole beserta risikonya:

  • Dikonsumsi bersama Asam Folinat, berisiko menyebabkan kematian.
  • Dikonsumsi bersama pernghambat ACE, berisiko menyebabkan hyperkalemia.
  • Dikonsumsi bersama dengan Prilocaine, berisiko menyebabkan methemoglobinemia.
  • Dikonsumsi bersama dengan Pyrimethamine, berisiko menyebabkan anemia.
  • Dikonsumsi bersama Diuretik, berisiko menyebabkan trombositopenia (kondisi akibat kekurangan trombosit).
  • Dikonsumsi bersama Amiradone, berisiko menyebabkan aritmia (gangguan irama jantung).
  • Dikonsumsi bersama dengan Clozapine, berisiko menyebabkan agranulositoris atau leukopenia (kekurangan seldarah putih) akut.
  • Berpotensi mengurangi kinerja obat Dapson dan meningkatkan timbulnya efek samping pada obat diabetes seperti Phenytoin, Warfarin, dan juga Sulfonylurea.

Selain interaksi obat yang dikabatkan dari penggunaan obat lain, interaksi obat akibat pola hidup dan konsumsi makanan serta minuman juga mungkin terjadi. Hentikan sementara konsumsi alkohol dan juga rokok untuk menurunkan risiko munculnya efek samping obat Cotrimoxazole

Daftar interaksi obat di atas bukan merupakan daftar lengkap, selalu konsultasikan dengan dokter tentang penggunaan Cotrimoxazole, jika Anda sedang dalam pengobatan penyakit lain. Jangan pernah juga mengganti resep Cotrimoxazole tanpa berdiskusi dan tanpa seizin apoteker ataupun dokter.

 



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Apa Saja Penyebab dan Gejala Dermatitis Atopik? Cek di Sini

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Doktersehat-dermatitis-atopik
Photo Credit: Flickr.com/socialmediasl444

DokterSehat.Com – Apa itu dermatitis atopik? Dermatitis atopik atau biasa disebut eksim atopik merupakan salah satu bentuk peradangan pada kulit. Gambaran awalnya pada kulit berupa vesikel atau plenting (gelembung kecil berisi cairan jernih) dengan dasar yang kemerahan. Vesikel atau plenting ini dapat pecah sehingga cairan yang berada di dalamnya keluar dan mengering di permukaan kulit.

Penyebab Dermatitis Atopik

Umumnya, dermatitis atopik disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Orang-orang dengan eksim cenderung memiliki kadar imunoglobulin E (IgE) yang tinggi di dalam darahnya. Penyakit kulit ini bukan disebabkan oleh infeksi. Penyakit ini bersifat kambuh-kambuhan dan dapat dipicu oleh hal-hal berikut, antara lain:

  • Kondisi kulit yang terlalu kering.
  • Sabun, detergen, dan bahan rumah tangga lain.
  • Lotion kulit.
  • Bahan pakaian yang tidak tepat.
  • Berkeringat berlebihan.
  • Bakteri Staphylococcus, yang secara normal ada di permukaan kulit.

baca juga: 7 Penyebab Kulit Bersisik yang Harus Anda Waspadai, Berbahaya?

Tanda dan Gejala Dermatitis Atopik

Biasanya, gejala yang pertama kali muncul adalah rasa gatal yang dapat memberat hingga mengganggu aktivitas. Kemudian, muncul ruam kemerahan yang kasar. Ruam tersebut dapat terasa gatal atau panas.

Jika digaruk, ruam akan melepuh dan mengering di permukaan kulit. Pada orang dewasa, aktivitas ini dapat menyebabkan penebalan kulit. Meskipun ruam ini dapat ditemukan di seluruh tubuh, pada orang dewasa umumnya sering muncul di leher, lipatan siku, dan lipatan lutut. Pada bayi, ruam biasanya muncul di badan dan wajah.

Akan tetapi, dermatitis atopik atau eksim atopik  ini umumnya muncul pada anak-anak. Dermatitis atopik biasanya juga menyerang orang yang memiliki sejarah keluarga penderita eksim, asma, hay fever dan kerusakan pelindung kulit.

Dermatitis atopik ini dapat muncul di bagian tubuh mana saja, terutama di bagian kulit yang memiliki lipatan. Beberapa tempat yang sering menjadi lokasi kemunculan dermatitis atopik adalah:

  • Kaki.
  • Tangan.
  • Bagian dalam siku.
  • Bagian belakang lutut.
  • Wajah dan kulit kepala.

Kulit yang kering dan terasa sangat gatal bisa menjadi gejala awal kondisi dermatitis atopik. Kulit akan mengalami iritasi dan memerah ketika Anda mulai menggaruk bagian kulit yang terasa gatal.

Terkadang, area yang mengalami radang tersebut dapat terserang infeksi. Seluruh gejala seperti kulit kering, gatal-gatal, dan inflamasi akan muncul dan menghilang. Selama ini terjadi, lapisan kulit akan menebal sehingga kulit terasa kasar.

Pengobatan Dermatitis Atopik

  • Cara yang paling mudah dan paling efektif adalah dengan menghilangkan penyebab alergi, misalnya dengan mengganti sabun yang dipakai atau mengganti pakaian yang dikenakan.
  • Jagalah kelembapan kulit dengan cara membasahi dengan air hangat secara teratur atau menggunakan lotion pelembap kulit.
  • Jangan mengenakan pakaian ketat atau berbahan kasar.
  • Bila gatal, sebaiknya jangan digaruk. Bagian yang gatal dapat diolesi dengan pelembap untuk mengurangi rasa gatal.
  • Hindari olahraga berlebihan pada saat sedang kambuh, karena keringat berlebihan dapat memicu timbulnya gatal.
  • Hindari stres emosional.
  • Jagalah daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi, olahraga ringan, dan istirahat yang cukup.
  • Dapat juga menggunakan obat-obat antiinflamasi yang dijual bebas, misalnya krim kortikosteroid (contoh: hidrokortison 1%) atau tablet diphenhydramine (efek samping mengantuk).

baca juga: Mengenal Gejala dan Penyebab Penyakit Eksim

Anda harus segera mendapatkan penanganan dokter apabila:

  • Jika ruam dan gatal tidak membaik dengan penggunaan krim kortikosteroid dua kali sehari.
  • Jika gejala dirasa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Jika kulit mengalami luka (misalnya karena terus menerus digaruk) sehingga menimbulkan infeksi kulit (gejala infeksi antara lain: tampak semakin merah, nyeri, atau muncul benjolan yang mengeluarkan nanah).
  • Penderita dengan penyakit tertentu, misalnya diabetes, AIDS, lansia, atau sedang menjalani kemoterapi.


Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Beberapa Hal Seputar Olahraga yang Ternyata Hanya Mitos

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat semangat olahraga

DokterSehat.Com– Olahraga adalah salah satu kunci untuk tubuh tetap sehat dan bugar. Saat ini, olahraga sudah menjadi tren di kalangan orang-orang yang memiliki kesadaran akan pentingnya menerapkan pola hidup sehat. Selain untuk supaya tubuh tetap sehat dan bugar, olahraga juga dilakukan karena ingin membentuk tubuh ideal.

Akan tetapi, di balik pentingnya olahraga dan manfaat baik di dalamnya, terdapat beberapa hal seputar olahraga yang selama ini kita percaya dan semua itu ternyata hanya mitos belaka. Berikut adalah beberapa hal tersebut.

1. Tunggu Sekitar Satu Jam Setelah Makan Sebelum Berenang

Berenang merupakan olahraga yang menyenangkan apalagi saat dilakukan bersama teman. Banyak orang yang percaya bahwa jika habis makan tidak boleh langsung berenang. Tunggu sampai sekitar satu jak terlebih dahulu setelah itu baru berenang agar tidak mudah kram. Ternyata, hal itu hanya sebuah mitos saja. Pasalnya, selama ini tidak ada penelitian yang menunjukkan kebenaran akan hal tersebut.

2. Tubuh Sehat dan Bugar Hanya Dengan Berolahraga 2 Kali Seminggu

Berolahraga tidak harus setiap hari agar tubuh tetap sehat dan bugar. Berolahraga selama dua kali seminggu juga bisa  menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Lagi-lagi itu hanyalah sebuag mitos. Sebab, ada banyak penelitian yang menyebutkan bahwa seseorang yang ingin memiliki tubuh sehat dan bugar harus berolahraga secara rutin minimal tiga kali dalam seminggu.

3. Olahraga Tidak Berhasil Jika Tidak Mengeluarkan Keringat

Mungkin selama ini Anda berpikir bahwa dengan keluarnya banyak keringat dalam tubuh saat berolahraga, maka itu menunjukkan bahwa olahraga yang Anda lakukan berhasil dan cukup membakar banyak kalori. Padahal, itu hanyalah mitos yang tidak memiliki bukti kebenarannya. Sebab, keluarnya keringat saat olahraga hanyalah untuk pendinginan tubuh saja. Faktanya, tubuh tetap bisa membakar kalori walaupun tanpa mengeluarkan keringat. Sebagai contohnya adalah ketika Anda berjalan kaki atau latihan bebab ringan.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

4 Kebiasaan Setelah Makan yang Membahayakan Kesehatan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

kebiasaan-setelah-makan-doktersehat
photo credit : pexels.com

DokterSehat.Com– Setelah makan, setiap orang punya kebiasaannya masing-masing. Ada yang duduk diam sejenak sambil menghela napas, ada pula yang langsung melakukan kegiatan tertentu, misalnya merokok ataupun mengonsumsi buah-buahan yang sering disebut sebagai cuci mulut.

Umumnya, seseorang yang baru selesai makan, tidak bisa langsung diam. Tapi harus mencari makanan penutup, baik itu berupa camilan atau minuman rasa. Nah, tentu saja kita harus mengetahui apakah kebiasaan itu baik atau buruk untuk dilakukan.

Sebab, jika kita mengetahui efek buruk dan baiknya, tentu saja kita bisa melakukan yang terbaik bukan? Nah, agar lebih jelas berikut adalah beberapa kebiasaan yang tidak baik dilakukan setelah makan.

1. Merokok

Kebiasaan ini memang sangat banyak dilakukan oleh pria. Mereka mengatakan bahwa merokok setelah makan bisa meningkatkan kenikmatan rokok itu berkali-kali lipat. Bahkan, ketika tidak ada rokok setelah makan, mereka akan merasa hambar dan ada yang kurang. Padahal, merokok setelah makan bisa mencegah tubuh dalam penyerapan nutrisi makanan. Bahayanya lagi, senyawa kimia dan racun pada rokok akan masuk lebih cepat ke dalam tubuh.

2. Makan Buah dalam Jumlah Banyak

Perlu diperhatikan, kebiasaan makan buah sebenarnya adalah hal yang baik, asal dilakukan dengan benar. Cara yang benar adalah mengonsumsi buah beberapa saat setelah makan dengan porsi yang sedikit. Namun, jika Anda mengonsumsi buah segera dalam jumlah banyak, justru membuat perut akan kembung dan menjadi tak nyaman.

3. Minum Teh

Ketika Anda terbiasa minum teh setelah makan besar, maka kurangi kebiasaan itu dari sekarang. Sebab, ternyata teh juga bisa mencegah penyerapan zat besi. Akibatnya makanan yang Anda konsumsi tidak akan berdampak banyak bagi tubuh. Maka sebaiknya, setelah makan minum air putih terlebih dahulu.

4. Tidur

Tidak sedikit yang melakukan hal ini setelah makan. Sebab, perut yang kenyang membuat tubuh menjadi lebih berat sehingga lebih nikmat jika rebahan, sampai tertidur. Namun, jangan melakukan kebiasaan ini karena efeknya cukup membahayakan, yakni infeksi lambung.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Sanmol: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

sanmol-doktersehat

DokterSehat.Com – Sanmol obat apa? Sanmol adalah merek yang mengandung bahan aktif Paracetamol (Asetaminofen). Bahan aktif Parasetamol masuk ke dalam kelompok obat analgesik dan juga antipiretik. Obat analgesik sendiri merupakan obat penghilang rasa sakit, sedangkan obat antipiretik adalah obat yang diperuntukkan untuk menurunkan suhu tubuh atau menurunkan demam.

Paracetamol bekerja dengan cara menghambat kerja enzim COX (cyclooxygenase) yang merupakan enzim yang berperan penting dalam pembentukan prostaglandin. Prostaglandin adalah senyawa penyebab demam dan rasa nyeri.

Manfaat Sanmol

Sebagai obat analgesik dan juga antipiretik, berikut beberapa manfaat obat sanmol untuk mengobati gejala penyakit seperti:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Nyeri otot
  • Sakit gigi
  • Sakit punggung
  • Gejala flu seperti sakit tenggorokan, pusing, demam, dan nyeri
  • Nyeri haid

Sanmol dijual bebas di apotek dan bisa didapatkan tanpa resep dokter.

Dosis

Sanmol tersedia dalam beberapa kemasan yang berbeda dengan kandungan paracetamol yang juga berbeda. Berikut adalah kemasan dan komposisi sanmol berikut juga dengan dosis yang disarankan:

  1. Sanmol tablet 500 mg dengan kandungan Paracetemol 500 mg.
  • Dewasa atau anak di atas 12 tahun: 1 tablet diberikan 3-4 kali sehari.
  • Anak-anak usia 5-12 tahun: ½ tablet diberikan 3-4 kali sehari.
  1. Sanmol Forte tablet 650 mg dengan kandungan Paracetemol 650 mg.
  • Dewasa atau anak di atas 12 tahun: 1 tablet diberikan 3-4 kali sehari.
  • Anak-anak usia 5-12 tahun: ½ tablet diberikan 3-4 kali sehari.

Sanmol Forte umumnya digunakan untuk rasa nyeri yang lebih berat atau diberikan pada pasien yang berat badannya lebih berat.

  1. Sanmol Syrup dengan kandungan Paracetemol sebanyak 120 mg untuk setiap satu sendok takar atau 5 ml.
  • Anak usia di bawah satu tahun: ½ sendok takar diberikan 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 1-3 tahun: ½-1 sendok takar diberikan 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 3-6 tahun: 1 sendok takar diberikan 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 6-12 tahun: 1-2 sendok takar diberikan 3-4 kali sehari.
  • Anak usia di atas 12 tahun: 3-4 sendok takar diberikan 3-4 kali sehari, namun lebih disarankan untuk menggunakan tablet.
  1. Sanmol Effervescent 500 mg dengan kandungan Paracetamol 500 mg.
  • Dewasa: 1 tablet diberikan 3-4 kali sehari.
  1. Sanmol Effervescent 120 mg dengan kandungan Paracetamol 120 mg.
  • Anak usia 6-9 tahun: 2-3 tablet diberikan 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 9-12 tahun: 3-4 tablet diberikan 3-4 kali sehari.
  1. Sanmol tablet kunyah untuk anak dengan kandungan Paracetamol 120 mg.
  • Anak usia 2-6 tahun: 1-2 tablet diberikan 2-4 kali sehari.
  • Anak usia 6-12 tahun: 2-4 tablet diberikan 3-4 kali sehari.
  1. Sanmol Drops untuk bayi dengan kandungan 60 mg Paracetamol untuk setiap 0.6 ml.
  • Anak usia di bawah satu tahun: 0.6 ml diberikan 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 1-3 tahun: 6-1.2 ml diberikan 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 3-6 tahun: 1.2 ml diberikan 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 6-12 tahun: 2.4 ml diberikan 3-4 kali sehari.
  1. Sanmol Infusion dikemas dalam botol infus 100 ml dengan kandungan 10 mg Parasetamol untuk setiap 1 ml.
  • Dosis untuk Sanmol Infusion adalah 10-15 mg/Kg berat badan pasien. Obat diberikan melalui infus intravena selama 15 menit. Diberikan paling banyak 4 kali sehari dengan dosis maksimal 60 mg/Kg berat badan.

Efek Samping

Sama seperti pada obat lainnya, efek samping pada penggunaan Sanmol juga mungkin terjadi. Berikut adalah beberapa gejela yang mungkin merupakan efek samping Sanmol:

  • Mual
  • Nyeri perut
  • Nafsu makan berkurang
  • Warna urin gelap
  • Reaksi alergi seperti gatal, kulit kemerahan, bengkak, hingga kesulitan bernapas
  • Kulit menguning

Pada dasarnya tidak ada efek samping yang terlalu berat diakibatkan oleh obat ini. Jika gejala-gejala tersebut di atas muncul dan mengganggu, lebih baik hentikan penggunaan obat dan segera konsultasikan pada dokter.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum menggunakan obat Sanmol, berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan untuk menjadi peringatan dan perhatian:

  • Sanmol tidak boleh dikonsumsi oleh pasien dengan hipersensitivitas terhadap Parasetamol.
  • Obat ini relatif aman digunakan oleh ibu hamil dan menyusui, tapi tetap pertimbangkan efek transfer obat melalui ASI. Jadi sebaiknya penggunaan pada ibu hamil, menyusui, dan yang sedang mengikuti program hamil di bawah pengawasan dokter.
  • Terdapat beberapa kondisi kesehatan yang membuat seseorang tidak diperbolehkan menggunakan obat ini seperti gangguan ginjal dan hati, Fenilketonuria, dan penyalahgunaan alkohol.
  • Penggunaan Sanmol bersamaan dengan obat lain seperti obat epilepsi, obat kanker, obat diabetes tipe 2, obat gatal, obat pengencer darah, dan obat lainnya bisa menimbulkan interaksi obat. Konsultasikan dengan dokter tentang riwayat penyakit Anda untuk mengetahui apakah Anda masih boleh mengonsumsi Paracetamol.


Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Sakit Perut setelah Makan Daging? Awas, Mungkin Ini 4 Penyebabnya!

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

DokterSehat.Com– Pasca Iduladha, sebagian besar orang menjadi lebih banyak makan daging. Sayangnya, beberapa orang mengalami sakit perut setelah makan daging. Kira-kira apa penyebabnya? Apakah berbahaya?

Hal ini memang wajar terjadi, akan tetapi bukan tidak mungkin tubuh kita kemudian merasakan reaksi atau dampak setelah makan daging.

Beberapa reaksi atau kondisi yang sering dirasakan tubuh setelah makan daging adalah sakit perut. Biasanya hal ini dianggap sepele, padahal sakit perut setelah makan daging bisa menyebaban gangguan pencernaan yang lebih serius hingga keracunan makanan, lho!

4 penyebab sakit perut setelah makan daging

Penting bagi kita mengetahui apa saja penyebab sakit perut setelah makan daging agar kita bisa menghindarinya. Beikut ini ada beberapa penyebab sakit perut setelah makan daging:

1. Makan daging berlebihan

Persiapan-sehat-makan-daging-idul-adha-doktersehat-1
Photo Credit: Flickr.com/Klaus Berdiin Jens

Daging memang merupakan bahan makanan berprotein yang padat gizi dan mineral. Akan tetapi, sebagai makanan berprotein hewani, kandungan lemak pada daging juga tinggi.

Hal ini tentu saja menyebabkan asupan lemak dalam tubuh akan meningkat jika daging dikonsumsi berlebihan. Kondisi ini tentu membuat pencernaan sulit beradaptasi, sehingga salah satu hal yang cukup sering dirasakan adalah gangguan atau sakit pada perut.

Pada akhirnya, kondisi ini yang menjadi penyebab sakit perut setelah makan daging. Sayangnya, kebanyakan orang tak menyadarinya.

Tips untuk menghindarinya: Selalu batasi porsi konsumsi daging tidak lebih dari 80 gram dalam sehari.

2. Metode memasak daging kurang tepat

Kesalahan-makan-daging-doktersehat-1
Photo Credit: Flickr.com/refeia

Penyebab sakit perut setelah makan daging juga bisa dipicu oleh cara mengolahnya, terutama metode masak daging yang kurang tepat.

Olahan daging khas Indonesia, umum disajikan dengan banyak santan, bumbu asam, pedas, sambal dan digoreng. Meskipun enak, sayangnya hal ini sangat mengganggu pencernaan.

Makanan yang bersantan kental, bersifat asam dan pedas, berisiko mengiritasi lambung. Hal ini tentu membuat pencernaan terganggu dengan menimbulkan rasa nyeri, perih.

Daging yang digoreng juga akan meningkatkan kadar lemak dalam tubuh, sehingga gangguan pada perut akan semakin besar dengan kemungkinan munculnya sakit perut hingga kembung.

Tips: Olah daging dengan bumbu alami yang bersifat netral dan pilih metode masak yang bebas lemak, misalnya rebus atau bakar.

3. Keracunan makanan

Hal ini biasanya tidak disadari dan dianggap sakit perut biasa, padahal sakit perut akibat keracunan makanan dapat menyebabkan dampak lain yang semakin buruk untuk kondisi kesehatan tubuh. Banyak juga yang tidak sadar kalau penyebab sakit perut setelah makan daging adalah keracunan.

Penyebab utama keracunan makanan akibat makan daging adalah daging tidak diolah dengan bersih, suhu pengolahan atau pemasakan daging yang tidak tepat, serta kualitas daging yang bisa jadi terpapar bakteri salmonella atau listeria.

Keracunan makanan akibat konsumsi daging yang tidak segera ditangani akan menyebabkan munculnya reaksi keracunan yang lebih parah, misalnya muntah, diare dan sakit kepala yang bisa menyebabkan tubuh dehidrasi dan elektrolit dan mineral tubuh.

Tips: Selalu olah daging dengan cara yang tepat, jaga kebersihan alat, wadah, dan perhatikan kualitas daging. Pastikan daging matang sempurna setelah di masak.

4. Adanya gangguan kondisi kesehatan tertentu

serat-sebabkan-diare-doktersehatJika Anda kerap mengalami rasa nyeri hebat hingga kram perut setelah mengonsumsi daging, maka hal ini bisa jadi merupakan gejala Anda mengalami alergi makanan.

Penyebab sakit perut setelah makan daging ini juga ditandai dengan gangguan rasa perih yang sangat dahsyat pada area pencernaan juga bisa merupakan tanda adanya gangguan pencernaan, seperti maag kronis.

Jika Anda mengalami gejala ini beberapa jam setelah mengonsumsi daging, maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter atau tenaga kesehatan agar segera mendapatkan penanganan dan obat yang tepat.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Sindrom Down – Jenis, Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Sindrom Down - Jenis, Penyebab, Gejala, Penanganan

DokterSehat.Com – Apakah Anda pernah mendengar sindrom down? Sindrom down atau down syndrome adalah kelainan genetik yang disebabkan karena munculnya kromosom ekstra pada kromosom 21. Hal ini sering dikaitkan dengan terlambatnya pertumbuhan, karakteristik wajah tertentu, dan perbedaan kemampuan belajar.

Apa Itu Sindrom Down?

Sindrom Down atau yang disebut juga down syndrome adalah suatu kondisi yang akan menyertai seumur hidup. Dengan perawatan dan dukungan, anak-anak yang mengidap sindrom Down dapat tumbuh sehat, bahagia, hidup produktif. Hal ini bervariasi dari orang ke orang.

Penyakit sindrom Down disebabkan oleh masalah dengan kromosom bayi. Biasanya, seseorang memiliki 46 kromosom. Tapi kebanyakan orang dengan sindrom Down memiliki 47 kromosom.

Dalam kasus yang jarang terjadi, masalah kromosom lainnya menyebabkan sindrom Down. Memiliki kromosom ekstra atau abnormal mengubah cara berkembang otak dan tubuh.

Jenis Sindrom Down

Ada beberapa jenis down syndrome yang perlu diketahui. Lebih lengkapnya, ini adalah jenis sindrom down yang perlu diketahui:

  1. Sindrom Down karena Trisomi 21

Jenis sindrom down yang pertama ini adalah sindrom down yang paling umum terjadi.

Pada penderita sindrom down ini, kromosom nomor 21 dalam tubuhnya terdiri dari 3 kromosom. Sehingga, apabila dijumlahkan, kromosom tubuh penderita sindrom down Trisomi 21 ini ada 47, bukan 46 seperti manusia pada umumnya.

2. Sindrom Down karena Translokasi

Dalam konsep ilmu genetika, translokasi merupakan mutasi yang menyebabkan pasangan kromosom bertukar segmen dengan kromosom non homolog. Translokasi juga menjadi salah satu penyebab sindrom down. Translokasi yang terjadi pada kromosom no 21 ke kromosom no 14 saat pembelahan sel menyebabkan terjadinya sindrom down.

3. Sindrom Down Mozaik

Pembelahan sel yang sempurna diikuti dengan penggandaan kromosom yang tepat akan menghasilkan individu tanpa sindrom down. Ada kalanya pembelahan sel mengalami kesalahan sehingga jumlah pasangan kromosom yang dimiliki oleh sel baru hasil pembelahan berbeda dengan sel induk. Hal ini juga bisa jadi penyebab sindrom down yang dikenal dengan sindrom down mozaik.

Baca Juga: Cara Deteksi Dini Down Syndrome pada Janin

Penyebab Sindrom Down

Para ahli tidak tahu penyebab pasti down syndrome, namun beberapa hal meningkatkan kemungkinan bahwa Anda akan memiliki bayi dengan Down sindrom. Berikut ini faktor penyebab down syndrome:

  • Anda cukup tua ketika hamil. Banyak dokter percaya bahwa risiko meningkat untuk wanita usia 35 tahun dan lebih tua.
  • Anda memiliki saudara atau saudari yang memiliki sindrom Down.
  • Anda punya bayi lain dengan sindrom Down.
  • Jika Anda sudah memiliki bayi dengan sindrom Down dan sedang merencanakan kehamilan lain, Anda perlu berdiskusi dengan dokter Anda tentang konseling genetik.

Sebagian besar anak-anak dengan sindrom Down memiliki ciri yang khas. Berikut ini ciri-ciri penderita sindrom Down:

  • Fitur wajah khas, seperti wajah datar, telinga kecil, mata miring, dan mulut kecil.
  • Leher, lengan, dan tungkai kaki pendek.
  • Tonus/kekuatan otot rendah dan sendi longgar. Kekuatan otot biasanya membaik pada akhir masa kanak-kanak.
  • Kecerdasan di bawah rata-rata.

Gejala Sindrom Down

Banyak anak-anak dengan sindrom down juga lahir dengan masalah jantung, usus, telinga, atau pernapasan.

Kondisi kesehatan ini sering menyebabkan masalah lain, seperti infeksi saluran napas atau kehilangan pendengaran. Kabar baiknya, sebagian besar masalah ini dapat diobati.

Dokter dapat menyarankan melakukan pemeriksaan selama kehamilan untuk mengetahui apakah bayi Anda memiliki sindrom Down. Setelah itu, Anda dapat memutuskan untuk melakukan:

1. Tes skrining

Seperti USG atau tes darah selama trimester pertama atau kedua. Ini dapat membantu menunjukkan jika bayi yang sedang berkembang (janin) berada pada risiko sindrom Down. Tes ini kadang-kadang memberikan hasil positif palsu atau negatif palsu.

2. Tes diagnostik

Seperti chorionic villus sampling atau amniocentesis. Ini dapat menunjukkan suatu hasil jika bayi memiliki sindrom Down. Anda mungkin ingin memiliki tes ini jika Anda memiliki hasil abnormal dari tes skrining atau jika Anda khawatir tentang sindrom Down.

Selain itu, kadang-kadang bayi dapat didiagnosis setelah lahir. Seorang dokter dapat mengetahui bayi memiliki Down sindrom berdasarkan penampakan fisik dan hasil pemeriksaan fisik.

Cara memastikannya, biasanya darah bayi akan diuji. Mungkin diperlukan 2 sampai 3 minggu untuk mendapatkan hasil tes.

Baca Juga: Bagaimana Cara Merawat Anak Down Syndrome?

Penanganan Sindrom Down

Setelah lahir, bayi dengan sindrom dnorown akan diuji untuk masalah kesehatan, seperti masalah mata, telinga, atau tiroid. Semakin cepat masalah ini ditemukan, semakin baik mereka dapat dikelola. Kunjungan dokter secara teratur dapat membantu anak Anda tetap dalam kesehatan yang baik.

Setelah itu, dokter akan membuat rencana pengobatan yang memenuhi pertumbuhan kebutuhan anak Anda. Misalnya, kebanyakan anak-anak dengan Down sindrom perlu terapi wicara dan terapi fisik.

Remaja dan orang dewasa dengan sindrom Down mungkin perlu terapi okupasi untuk mempelajari keterampilan kerja dan belajar bagaimana untuk hidup mereka sendiri. Konseling dapat membantu dengan keterampilan sosial dan masalah emosional.

Banyak profesional kesehatan akan membantu anak Anda untuk melewati kehidupan. Akan tetapi peran orang tua juga sangat penting untuk keberhasilan anak. Untuk membantu  kondis anak, Anda dapat melakukan:

  • Pelajari semua tentang sindrom Down. Hal ini dapat membantu orang tua untuk tahu apa yang diharapkan dan bagaimana orang tua dapat membantu anak.
  • Ikuti program-program khusus yang dirancang untuk anak sindrom Down.
  • Memilih sekolah yang sesuai. Undang-Undang mengharuskan sekolah umum untuk memberikan pelayanan kepada semua anak-anak berkebutuhan khusus berusia 3 sampai 21 tahun.


Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Kanker Payudara pada Pria – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

kanker-payudara-pria-doktersehat

DokterSehat.Com – Meskipun laki-laki tidak memiliki payudara seperti wanita, laki-laki memiliki sejumlah kecil jaringan payudara. “Payudara” dari seorang pria dewasa mirip dengan payudara seorang gadis sebelum pubertas. Pada anak perempuan, jaringan ini tumbuh dan berkembang, namun pada pria, tidak.

Tapi karena masih berupa jaringan payudara, pria bisa mendapatkan kanker payudara. Pria mendapatkan jenis yang sama dari kanker payudara yang menyerang perempuan, tetapi kanker pada bagian-bagian dari payudara seperti bagian produksi dan penyimpanan ASI jarang terjadi.

Baca juga: Orgasme Dan Kanker Payudara Pada Pria

Faktor Risiko Kanker Payudara pada Pria

Sangat jarang bagi seorang laki-laki di bawah usia 35 tahun untuk terjangkit kanker payudara. Kemungkinan kanker payudara pada pria naik seiring dengan usia. Kebanyakan kanker payudara terjadi pada pria antara usia 60 tahun dan 70 tahun.

Faktor risiko lain dari kanker payudara pada pria termasuk:

  • Adanya kanker payudara pada saudara perempuan dekat (ibu, nenek, tante, kakak kandung, atau adik kandung)
  • Riwayat paparan radiasi dada
  • Adanya pembesaran payudara (ginekomastia) dari hormon atau obat perawatan, atau bahkan akibat infeksi dan toksin
  • Intake estrogen
  • Sebuah kondisi genetik langka yang disebut sindrom Klinefelter
  • penyakit hati yang berat (sirosis)
  • Penyakit testis seperti mumpsorchitis, cedera testis, dan testis tidak turun.

Seberapa parah kanker payudara pada pria?

Awalnya, para ahli menduga kanker payudara pada pria lebih parah daripada wanita, ternyata setelah diteliti, keparahan antara pria dan wanita adalah sama.

Yang membuat kanker payudara pria terlihat lebih parah adalah karena pada stadium awal, kanker payudara pria seringkali tidak terdeteksi. Hal ini dapat diakibatkan ketidaktahuan masyarakat bahwa kanker payudara dapat dialami pria sehingga kanker payudara pada pria sering didiagnosis terlambat.

Hal tersebut mungkin karena pria cenderung curiga sesuatu yang aneh di daerah dada dan menyangkal jika itu berasal dari payudara. Juga, karena jaringan payudara laki-laki lebih kecil sehingga lebih sulit untuk dirasakan dan sulit dideteksi lebih awal. Ini juga berarti bahwa tumor dapat menyebar lebih cepat ke jaringan sekitarnya.

Gejala Kanker Payudara Pria 

Tanda-tanda kanker payudara pada laki-laki adalah sama dengan yang dialami pada wanita. Sebagian besar kanker payudara laki-laki yang didiagnosis ketika seorang pria menemukan sebuah benjolan di dadanya. Tapi tidak seperti wanita, pria cenderung menunda pergi ke dokter sampai mereka memiliki gejala yang lebih parah, seperti perdarahan dari puting. Pada saat itu kanker mungkin sudah menyebar.

Baca juga: Jarang Orgasme Tandai Kanker Payudara pada Pria

Penyebab Kanker Payudara pada Pria

Tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan sel-sel di payudara menjadi kanker. Namun, sejumlah faktor risiko untuk kanker payudara pada pria telah diidentifikasi:

1. Reseptor estrogen

Sekitar 9 dari 10 kanker payudara pada pria memiliki reseptor estrogen pada membran sel mereka. Reseptor estrogen pada membran sel memungkinkan molekul estrogen untuk berikatan dengan sel kanker. Estrogen yang mengikat sel-sel kanker menstimulasi pertumbuhan dan perkalian sel.

2. Sindrom Klinefelter

Ini adalah tempat bayi laki-laki dilahirkan dengan kadar estrogen yang jauh lebih tinggi daripada normal. Ini adalah faktor risiko utama untuk kanker payudara pada pria, karena pria dengan kondisi ini 20 kali lebih mungkin mengembangkan kanker payudara daripada populasi laki-laki pada umumnya.

3. Mutasi pada gen

Ini dianggap memainkan peran penting. Misalnya, mutasi yang dikenal sebagai mutasi BRAC2 telah ditemukan sekitar 5 persen pria dengan kanker payudara pada pria.

Baca juga: Kembalinya Kanker Payudara Pada Pria

Diagnosis Kanker Payudara pada Pria

Teknik yang sama yang digunakan untuk mendiagnosa kanker payudara pada wanita yang digunakan pada pria: ujian fisik, mamografi, dan biopsi (memeriksa sampel kecil jaringan di bawah mikroskop).

Demikian juga, perawatan yang sama yang digunakan dalam mengobati kanker payudara pada wanita – pembedahan, radiasi, kemoterapi, terapi biologi, dan terapi hormon – juga digunakan untuk mengobati kanker payudara pada pria. Satu perbedaan utama adalah bahwa pria dengan kanker payudara merespons terapi hormon jauh lebih baik daripada respons wanita. Sekitar 90% dari kanker payudara laki-laki memiliki reseptor hormon, yang berarti bahwa terapi hormon dapat bekerja di sebagian besar pria untuk mengobati kanker.

Nah, sekarang sudah tahu kan tentang kanker payudara pada pria? Jadi, mulai sekarang jaga kesehatan pada payudara kalian, para pria!



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Lansoprazole – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

efek-samping-lansoprazole-doktersehat
Photo source: Exeltis.co.id

DokterSehat.Com – Lansoprazole obat apa? Lansoprazole adalah jenis obat yang digunakan sebagai penghambat pompa proton. Lansoprazole digunakan untuk kondisi medis yang terkait dengan asam lambung. Informasi medis bisa Anda lihat di bawah ini.

  • Nama: Lansoprazole
  • Kelas Terapi: Antitukak » Penghambat pompa proton
  • Nama Dagang: Acilaz, Laproton, Betalans, Lasgan, Caprazol, Lazol, Loprezol, Gastrolan, Lanpracid, Lansogastric30, Lansomed, Lansoprazole, Lanzogra, Lapraz, Compraz, Digest, Lexid, Erphalanz, Mecopraz, Inazol, Nufaprazol

Indikasi Lansoprazole

Penggunaan lansoprazole boleh dilakukan setelah terindikasi secara medis menderita tukak lambung ringan, tukak duodenum, refluks esofagitis, dan gastroesophageal reflux disease (GERD). Tukak dapat terjadi di lambung, duodenum, esofagus bagian bawah.

Selain itu, tukak juga dapat terjadi setelah pembedahan pada lambung atau stoma gastroenterostomi. Anda perlu mengetahui bahwa hampir semua tukak lambung dan duodenum disebabkan oleh Helicobacter pylori.

Penghambat pompa proton terbukti cukup efektif mengobati kondisi medis tukak lambung dan duodenum untuk jangka pendek. Penghambat pompa proton juga digunakan secara kombinasi dengan antibiotika untuk eradikasi Helicobacter pylori. Ada empat jenis penghambat pompa proton dan salah satunya adalah lansoprazole.

Apabila Anda telah positif memiliki indikasi yang telah disebutkan di atas maka Anda bisa mengonsumsi obat lansoprazole sebagai obat antitukak yang merupakan penghambat pompa proton.

Manfaat Lansoprazole

Lansoprazole adalah salah satu jenis obat untuk terapi antitukak dengan penghambat pompa proton. Manfaat lansoprazole bisa untuk menghambat sekresi asam lambung yakni dengan cara menghambat enzim adenosin trifosfatase hidrogen kalium atau disebut juga pompa proton dari sel parietal lambung.

Akibat terhambatnya sekresi asam lambung maka terjadi penurunan asam lambung di dalam perut. Ini juga merupakan manfaat lansoprazole untuk menurunkan asam lambung. Manfaat lansoprazole juga digunakan untuk mencegah dan mengobati tukak yang menyertai penggunaan obat-obatan jenis Anti Inflamasi Non Steoroid (AINS).

Manfaat lansoprazole yang lain adalah untuk mengobati esofagitis erosif, yaitu sebuah kondisi di mana terjadi kerusakan pada kerongkongan dari asam lambung. Lansoprazole juga bermanfaat untuk mengatasi kondisi lain yang melibatkan asam lambung yang berlebihan seperti sindrom Zollinger-Ellison dan gastroesophageal reflux disease (GERD).

Lebih jelasnya, lansiprazole yang bekerja dengan cara mengontrol produksi asam lambung memiliki manfaat sebagai berikut ini:

  • Membantu pengotaban pada gangguan akibat asam lambung pada lambung dan kerongkongan, mengatasi gejala penyakit asam lambung (GERD).
  • Mengobati gejala perut panas (heartburn), sulit menelan, dan batuk.
  • Mengobati tukak lambung dan tukak duodenum (usus 12 jari).
  • Mencegah dan mengobati ulkus akibat obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS/NSAIDs).
  • Mengobati infeksi Helicobacter pylori.
  • Mengobati sindrom Zollinger-Ellison.
  • Mengobati masalah lambung lainnya yang berkaitan dengan asam lambung.

Resep lansoprazole juga digunakan untuk mengobati luka di lapisan lambung atau usus. Hal ini bermanfaat karena bisa mencegah perkembangan lebih banyak bisul pada orang yang sudah sembuh. Obat lansoprazole yang digunakan dengan kombinasi obat lain bisa untuk mengobati dan mencegah sakit maag yang disebabkan oleh Helicobacter pylori.

Bentuk Lansoprazole

Seperti apa bentuk obat lansoprazole? Bentuk sediaan obat lansoprazole yang ada di pasaran adalah berbentuk kapsul. Bentuk kapsul lansoprazole yang tersebar hadir dalam beberapa varian kombinasi warna.

Dosis Lansoprazole

Dosis lansoprazole berbeda tergantung pada kondisi medis. Berikut rinciannya:
  • Kondisi medis tukak lambung

    Dosis lansoprazole untuk orang dewasa adalah 30 mg/ hari. Diminum pada pagi hari selama delapan minggu.

  • Kondisi medis tukak duodenum

    Dosis lansoprazole untuk orang dewasa adalah 30 mg/ hari. Penderita tukak duodenum dianjutkan minum obat lansoprazole pada pagi hari selama 4 minggu. Apabila telah sembuh, maka konsumsi obat lansoprazole bisa diturunkan menjadi 15 mg/ hari sebagai pemeliharaan.

  • Kondisi medis sindrom Zollinger-Ellison

    Dosis yang diberikan sebesar 60 mg sekali sehari sebagai dosis awal.

  • Kondisi refluks gastroesofagal

    Dosis lansoprazole sebesar 30 mg sehari pada pagi hari selama 4 minggu dan diikuti 4 minggu berikutnya bila tidak sepenuhnya sembuh.

Dosis lansoprazole belum tersedia untuk anak-anak. Hal ini dikarenakan belum ada data yang cukup mengenai penggunaan lansoprazol pada anak. Anda bisa langsung berkonsultasi dengan dokter anak mengenai hal ini.

Efek Samping Lansoprazole

Efek samping lansoprazole bisa menimbulkan berbagai gangguan saluran cerna, seperti mual, muntah, nyeri lambung, kembung, diare dan sembelit. Selain itu, sakit kepala dan pusing juga merupakan efek samping lansoprazole.

Efek samping lansoprazole yang jarang terjadi di antaranya adalah insomnia, mengantuk, mulut kering, malaise, penglihatan kabur, ruam kulit dan pruritus. Obat lansoprazole juga dapat meningkatkan risiko infeksi saluran cerna.

Efek samping lansoprazole lainnya yang sangat jarang terjadi adalah gangguan pada lidah sebagai indera pengecep, disfungsi hati, udem perifer, anafilaksis, urtikaria, demam, berkeringat, depresi, gangguan darah, dan beberapa reaksi pada kulit seperti Stevens-Johnson, nekrolisis epidermal toksik, dan bullous eruption.

Perhatian dan Peringatan

Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakan obat lansoprazole:

  • Penggunaan obat dengan resep sebaiknya obat dihabiskan meskipun gejala sudah mereka. Sedangkan penggunaan obat tanpa resep sebaiknya tidak lebih dari 2 minggu. Jika tidak ada perubahan setelah obat habis atau dalam jangka waktu tersebut, segera hubungi dokter.
  • Penggunaan obat ini untuk ibu hamil masuk ke dalam kategori B yang artinya kemungkinan dapat diterima.
  • Penggunaan pada ibu menyusi belum diketahui bahanya, namun lebih baik jika dikonsultasikan pada dokter.
  • Gunakan Lansoprazole 30 menit sebelum menggunakan Sucalfate, jika Anda memang mengonsumsinya.
  • Penggunaan Antasida bersamaan dengan Lansprazole sebaiknya Anda konsultasikan pada dokter bagaimana cara penggunaannya.
  • Penggunaan pada lansia harus melalui pengawasan dokter.
  • Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan Lansoprazole bersama dengan Atazavanir, Warfarin, Dixogin, Ampicillin, Theophylline, dan suplemen mengandung besi. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui daftar lengkap obat yang tidak boleh dugunakan bersama Lansoprazole.

Lansoprazole tidak boleh digunakan ketika pasien berada dalam masalah kesehatan seperti diare, punya riwayat hipomagnesia, osteoporosis, gangguan ginjal, gangguan ginjal, dan Phenylketonuria (PKU).

 

Sumber:

  1. BPOM: Pusat informasi obat nasional.


Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.