• Download Anz Komik Apk

    Anz Komik adalah aplikasi baca komik gratis dengan lebih dari 1000 judul komik mulai dari Manga, Manhwa dan Manhua yang sudah dirilis dalam versi bahasa Indonesia.

  • Tujuan Pembentukan LBB

    Liga Bangsa-Bangsa beranggotakan 28 negara sekutu dan 14 negara netral. Tujuan pembentukan LBB pada waktu itu adalah untuk:

  • Daftar lagu soundtrack piala dunia (1990-2018)dan piala eropa (2000-2020)

    1.Gianna Nannini dan Edoardo Bennato-Un'estate (World Cup 1990) 1.1 We Are the Champions - Queen (World Cup 1994) 2.Ricky Martin - La Copa De La Vida (World Cup 1998)...

Selasa, 21 Agustus 2018

4 Persiapan Sederhana agar Tubuh Tetap Sehat Meski Banyak Makan Daging

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Persiapan-sehat-makan-daging-idul-adha-doktersehat-1
Photo Credit: Flickr.com/Klaus Berdiin Jens

DokterSehat.Com– Jelang Idul Adha salah satu hal yang menjadi khas dari sisi sajian makanan, tentu saja adalah daging, baik daging kambing maupun daging sapi.

Hal ini wajar mengingat hari raya Idul Adha merupakan hari raya kurban, sehingga tingkat kemudahan memperoleh daging akan semakin besar. Kondisi ini mau tak mau akan membuat kita lebih banyak mengonsumsi daging saat Idul Adha.

Padahal, seperti yang kita ketahui, daging merupakan jenis makanan berprotein hewani yang banyak mengandung lemak jenuh, sehingga konsumsinya harus dikontrol.

Untuk itu, penting bagi kita mengetahui apa saja persiapan yang perlu kita lakukan jelang Idul Adha, dimana kita akan cenderung lebih banyak makan daging daripada hari biasa.

Mempersiapkan tubuh jelang konsumsi daging yang lebih banyak dari hari biasa akan menyebabkan tubuh bisa lebih siap dan beradaptasi dengan lebih baik.

Persiapan yang tepat, juga akan membuat tubuh bisa memanfaatkan kandungan zat dan gizi dari daging dengan optimal, serta mencegah terjadinya penumpukan lemak akibat konsumsi daging yang berlebihan.

Berikut 4 persiapan sederhana yang bisa kita lakukan sebelum makan daging lebih banyak dari hari biasa:

1. Lebih banyak mengonsumsi makanan yang mengandung serat

doktersehat vitamin untuk kesuburanSalah satu zat gizi utama yang bisa mengontrol atau melawan asupan zat yang berbahaya dalam daging, jika dikonsumsi berlebihan adalah serat.

Serat merupakan zat gizi yang mampu menyerap dan meningkatkan pembuangan lemak dan kolesterol dalam tubuh.

Untuk itu, sebelum Anda akan mengonsumsi banyak daging saat Idul Adha, ada baiknya jika Anda meningkatkan konsumsi serat pada beberapa hari sebelum hingga beberapa hari setelahnya.

Hal ini bisa Anda lakukan dengan banyak mengonsumsi makanan dari tanaman, atau plant based food, yang banyak mengandung serat.

Misalnya, umbi-umbian, beras merah, sayur, buah, atau kacang-kacangan. Pilih makanan-makanan tersebut sebagai makanan pokok, makanan pendamping, minuman, atau camilan jelang Idul Adha.

2. Utamakan mengonsumsi makanan atau minuman yang mampu menurunkan atau membuang kolesterol dalam tubuh

doktersehat makanan probiotik
photo credit: Pexels

Selain serat, ada beberapa jenis makanan atau minuman yang terbukti mampu menurunkan kadar lemak maupun kolesterol dalam tubuh.

Makanan dan minuman tersebut memiliki kandungan zat dan gizi yang bisa membuang kolesterol, baik dengan membuang lemak dan kolesterol atau meningkatkan metabolisme tubuh sehingga kadar lemak dalam tubuh bisa berkurang.

Beberapa bahan makanan yang terbukti mampu menurunkan lemak dan kolesterol dalam tubuh adalah:

  • Yoghurt dengan tambahan stanol dan sterol, stanol dan sterol merupakan zat pada makanan yang terbukti paling efektif membuang lemak dalam tubuh. Utamakan memilih yoghurt berfortifikasi stanol dan sterol dengan jenis yoguhrt yang rendah lemak dan tanpa tambahan rasa buah atau gula buatan.
  • Minuman yang mampu menurunkan kadar lemak dalam tubuh, misalnya green tea, minuman rempah, minuman dari buah utamanya jus dari sayur atau buah yang tinggi serat.

3. Menentukan metode masak yang tepat untuk mengolah daging

daging-kambing-kolesterol
Photo Source: Twitter.com/mpsteakpancake

Selain mengonsumsi makanan yang mampu mengurangi kadar lemak dalam tubuh akibat konsumsi daging. Mempersiapkan metode masak daging juga hal yang penting diperhatikan.

Usahakan Anda mengolah daging secukupnya, untul 2-3 kali waktu makan saja, dan dalam metode masak yang redah lemak, misalnya dipanggang, dibakar, dikukus atau direbus.

Jika porsi daging yang tersedia cukup banyak maka simpan daging dalam suhu beku untuk Anda olah pada waktu makan lainnya.

4. Berolahraga

Cara terakhir agar kita bisa tetap sehat meskipun banyak makan daging adalah dengan melakukan pembakaran kalori yang cukup besar, yaitu dengan melakukan olahraga.

Anda bisa meningkatkan durasi maupun frekuensi melakukan olahraga di sekitar waktu Idul Adha agar pembakaran lemak dalam tubuh bisa semakin optimal.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Begini Ciri Hewan Kurban yang Sehat

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

hewan-kurban-doktersehat
Photo Source: Twitter/globalqurban

DokterSehat.Com– Merayakan Hari Raya Idul Adha tidak lengkap rasanya tanpa adanya hewan kurban seperti sapi, kambing, atau domba. Hanya saja, kita memang sebaiknya tidak sembarangan saat memilih hewan kurban karena bisa jadi dagingnya tidak berkualitas atau sudah terkontaminasi penyakit berbahaya. Berikut adalah ciri hewan kurban yang sehat dan patut untuk kita perhatikan.

Dalam hukum Islam, terdapat beberapa syarat hewan kurban yang harus dipenuhi, yakni telah tanggal satu dari empat gigi depannya serta sudah cukup umur. Untuk sapi, usianya sebaiknya diantara dua hingga 3 tahun atau setidaknya 25 bulan. Untuk kambing, usianya setidaknya 2 tahun atau minimal 13 bulan dan untuk domba sekitar 7 bulan.

Hewan kurban juga sebaiknya tidak terlihat sakit, gemuk, dan sebaiknya berjenis kelamin jantan. Hewan yang sehat bisa kita lihat secara kasat mata dari penampilan fisik dan keaktifannya. Sebagai contoh, kambing yang akan dikurbankan tidak memiliki tanduk yang pecah atau sobek pada telinga. Hanya saja, di Indonesia banyak hewan kurban yang telinganya berlubang karena ditindik sebagai penanda nomor urut. Hal ini sama sekali tidak dipermasalahkan.

Mengapa hewan kurban lebih diutamakan jantan? Hal ini ternyata didasari oleh keinginan negara untuk mewujudkan swasembada daging sehingga jika kita menyembelih hewan betina, dikhawatirkan jumlah hewan yang bisa memberikan keturunan menurun. Meskipun begitu, beberapa hewan berjenis kelamin betina yang dianggap sudah cukup tua juga masih bisa dijadikan hewan kurban.

Pakar kesehatan juga menyebut syarat utama dari hewan kurban, yakni terbebas dari penyakit berbahaya seperti antraks, TBC, diare, infeksi cacing, dan masalah kesehatan lainnya yang bisa saja menular pada tubuh manusia jika dikonsumsi.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Jangan Panik, Ketahui 8 Ciri Bayi Alergi Susu Sapi dan Cara Mengatasinya

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

cara-mengatasi-bayi-alergi-susu-sapi-doktersehat

DokterSehat.Com – Apakah Anda telah memberikan susu sapi kepada bayi Anda dan terlihat beberapa hal setelah mengonsumsinya? Ada kemungkinan itu adalah beberapa ciri bayi alergi susu sapi. Anda tak perlu panik karena alergi susu sapi pada bayi bisa saja terjadi.

Hal terpenting yang harus Anda lakukan adalah mengenal beberapa ciri bayi alergi susu sapi, mengetahui penyebabnya, dan cara mengatasi alergi susu sapi pada bayi. Oleh karena itu, baca lebih lanjut untuk mengetahui semua informasi tersebut.

Beberapa ciri bayi alergi susu sapi

Alergi susu sapi adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap protein yang dikandung oleh susu sapi. Reaksi dari sistem kekebalan tubuh pada bayi akan menunjukkan beberapa tanda fisik yang merupakan ciri bayi alergi susu sapi.

Berikut ini adalah beberapa ciri bayi alergi susu sapi yang harus Anda ketahui:

1. Masalah kulit

Ciri bayi alergi susu sapi yang paling pertama bisa dikenali adalah adanya masalah kulit setelah beberapa saat mengonsumsi susu sapi. Masalah kulit yang timbul akibat alergi susu sapi seperti eksema atau eksim, ruam, gatal-gatal, mata atau bibir bengkak, pipi memerah, dan kulit pucat.

Baca juga: Apa Perbedaan Antara Alergi Susu dan Intoleran Laktosa?

Beberapa masalah kulit tersebut merupakan ciri utama dari kejadian alergi susu sapi pada bayi. Oleh karena itu, Anda harus memastikan apakah bayi Anda memiliki ciri-ciri tersebut atau tidak. Lengkapilah dengan ciri alergi susu sapi yang lain.

2. Masalah pencernaan

Timbulnya beberapa masalah pada sistem pencernaan juga menjadi salah satu ciri bayi alergi susu sapi. Beberapa masalah pencernaan yang merupakan ciri alergi susu sapi pada bayi seperti diare, perut kembung, sembelit atau konstipasi, muntah-muntah, dan tidak mau makan.

Apabila bayi Anda memiliki beberapa masalah pencernaan tersebut dan juga masalah kulit yang sudah disebutkan sebelumnya maka kemungkinan besar ia termasuk bayi yang alergi terhadap susu sapi.

3. Masalah pernapasan

Sistem pernapasan yang bermasalah juga menandakan ciri bayi alergi susu sapi. Masalah pernapasan yang biasa dimiliki oleh bayi yang alergi terhadap susu sapi di antaranya ada suara pada nafasnya, sering batuk, hidung berair, dan beberapa gejala kedinginan.

Anda perlu memerhatikan apakah bayi Anda juga memiliki masalah pernapasan tersebut selain masalah kulit dan masalah pencernaan. Apabila ada maka semakin besar kemungkinan bayi Anda memiliki alergi terhadap susu sapi.

4. Masalah umum

Selain ketiga masalah yang telah disebutkan yaitu masalah kulit, pencernaan, dan pernapasan, masih ada hal yang merupakan ciri-ciri bayi alergi susu sapi. Beberapa masalah ini bersifat umum, seperti rewel, sering menangis, susah tidur, lesu, gelisah, dan berat badan yang sulit meningkat.

Penyebab alergi susu sapi pada bayi

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab alergi susu sapi pada bayi. Informasi tentang penyebab alergi susu sapi pada bayi ini cukup bermanfaat sehingga Anda bisa mengetahui penyebab yang mana yang menyebabkan bayi Anda memiliki alergi terhadap susu sapi.

Berikut ini adalah beberapa penyebab alergi susu sapi pada bayi:

1. Riwayat keluarga

Apabila anggota keluarga besar Anda dan pasangan ada yang memiliki riwayat asma, eksim, dan demam maka ini adalah penyebab bayi Anda bisa alergi terhadap susu sapi. Ini adalah penyebab utama bayi alergi susu sapi.

2. Susu formula

Susu formula yang diberikan kepada bayi sejak dini akan membuatnya mudah memiliki bakat alergi terhadap susu sapi. Susu formula yang dimaksud tidak hanya susu formula sapi tetapi berlaku juga untuk susu formula kedelai.

3. Faktor lain

Ada beberapa faktor di luar dua penyebab utama di atas, yakni seperti cara melahirkan, asupan zat gizi, paparan racun, dan perubahan bakteri yang ramah di dalam tubuh bayi. Faktor-faktor tersebut bisa merangsang sistem kekebalan tubuh bereaksi yang memicu munculnya alergi pada bayi.

Cara mengatasi alergi susu sapi pada bayi

Ciri alergi yang muncul pada bayi sebaiknya segera dipastikan dengan berkonsultasi dengan dokter. Apabila ternyata bayi Anda positif alergi terhadap susu sapi maka Anda perlu melakukan beberapa cara untuk mengatasi alergi susu sapi pada bayi Anda.

Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi alergi susu sapi pada bayi:

1. Menghindari bayi dari susu sapi untuk sementara

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi alergi susu sapi pada bayi adalah dengan menjauhkan bayi Anda dari konsumsi susu sapi untuk sementara waktu. Tunggulah ia semakin besar sekitar usia 3 tahun, hingga pencernaannya lebih matang.

Baca juga: Pilihan Jenis Susu untuk Anak yang Alergi Susu Sapi

2. Ibu menyusui juga harus menjauh dari makanan berbasis susu sapi

Apabila Anda masih menyusui bayi Anda maka Anda juga harus menjauh dari asupan yang mengandung susu sapi seperti keju, cokelat, biskuit, es krim, dan lainnya. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui komposisi dari makanan Anda.

3. Makanan dengan formula berbasis kasein

Penanganan selanjutnya adalah dengan memberikan bayi makanan yang mengandung formula berbasis kasein yang telah dihidrolisis secara ekstensif. Formula jenis ini memang masih mengandung protein tetapi telah dipecah sehingga membuatnya berbeda dari protein susu dan tidak membuat alergi.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Pengin Berfantasi Seks dengan Es Batu, Perhatikan Hal Penting Ini

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat seks dengan es batu

DokterSehat.Com – Fantasi seks adalah hal yang sangat penting dan harus dilakukan oleh pasangan sesekali dalam kehidupan ranjangnya. Memiliki fantasi seksual akan membuat pria dan wanita merasa antusias saat melakukan seks. Bahkan seks tidak akan lekang oleh waktu meski mereka mulai menua dan anaknya mulai dewasa.

Fantasi seks yang dilakukan oleh pasangan ada banyak. Ada pasangan yang ingin melakukan seks di dalam air seperti kolam renang, laut, atau sungai. Selain itu ada juga pasangan yang ingin melalukan seks dengan memakai kostum khusus. Terakhir ada juga pasangan yang menggunakan alat bantu seks seperti vibrator hingga es batu.

Manfaat melakukan seks dengan bantuan es batu

Es batu memang bukan alat bantu seks yang sering digunakan oleh pasangan. Alat yang cukup sering digunakan adalah vibrator, dildo, atau alat yang bentuknya mirip dengan vagina atau anus untuk membantu pria melakukan masturbasi.

Lantas, apa manfaat dari es batu sehingga pasangan bisa menggunakannya untuk membantu meningkatkan gairah pasangan.

  • Memberikan efek kejut pada pasangan khususnya di area sekitar kemaluan. Rasa kejutan ini bisa mendongkrak gairah seksual kalau dilakukan degan benar.
  • Bisa memberikan efek geli di sekitar titik erogenik seperti leher, payudara, hingga area di antara kemaluan dan anus.
  • Tidak mengandung bahan berbahaya. Es hanya air yang membeku. Berbeda dengan es krim atau mungkin makanan lain yang kerap digunakan untuk membantu fantasi seksual.
  • Mudah sekali didapatkan dan hampir semua rumah menyediakannya.
  • Kalau menetes ke kasur mudah dibersihkan atau dibiarkan saja sudah mengering sehingga tidak perlu berkali-kali mencuci seprai.

Hal yang harus diperhatikan saat menggunakan es batu

Sebelum melakukan seks dengan bantuan es batu yang dingin, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan seperti yang dilansir dari Elite Daily di bawah ini.

  1. Jangan gunakan es dari lemari pendingin

Jangan menggunakan es yang keluar dari frezzer karena suhunya sangat rendah, bahkan bisa di bawah nol derajat. Ada baiknya menggunakan es batu yang sudah diletakkan di laur selama 5-10 menit agar sedikit mencair. Kalau langsung dari lemari es bisa menyebabkan rasa sakit pada kemaluan kalau ditempelkan.

Meski es memberikan efek kejut yang cukup besar, suhu yang terlalu dingin bisa melukai kemaluan atau membuat terlalu sensitif. Oleh karena itu saat menggunakannya tidak boleh langsung ditekan ke kemaluan atau bagian tubuh lainnya.

  1. Jangan memasukkan es ke kemaluan

Organ dalam dari kemaluan seperti rongga dari vagina sangat sensitif dan suhunya lebih tinggi dari tubuh. Kalau es yang beku di masukkan ke dalam vagina, kemungkinan terjadi kejutan akan tinggi. Rasa sakit bisa dirasakan dan wanita akan mengalami mati rasa di beberapa bagian vagina.

Sesekali menempelkan es seperti di area klitoris mungkin tidak masalah. Namun, kalau sampai memasukkan ke rongga vagina atau anus sangat berbahaya. Jangan sekali-kali melakukannya.

  1. Tidak bisa membedakan geli dan rasa tidak nyaman

Rasa yang diterima oleh pasangan mungkin berbeda-beda. Ada yang terlihat menikmatinya dan ada yang tidak. Terkadang kita tidak tahu apakah respons yang diberikan ini pertanda geli atau memang tidak nyaman dan menjurus ke arah sakit.

Saat melakukan seks coba selalu melakukan komunikasi dengan baik. Selalu tanyakan pada pasangan apakah es terasa nikmat atau malah sakit berkali-kali agar tahu batas-batasnya.

Inilah beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pasangan kalai ingin melakukan seks dengan bantuan es batu. Semoga bermanfaat!



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Telur Asin Bisa Atasi Diare?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

telur_asin_doktersehat_1
Photo Source: http://telorbakaryes.com

DokterSehat.Com– Diare adalah masalah kesehatan yang membuat frekuensi buang air besar meningkat sekaligus membuat kotoran menjadi lebih lembek atau cair. Penyakit ini seringkali disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit yang disebabkan oleh konsumsi makanan yang sudah terkontaminasi dan tidak higienis atau kebiasaan malas mencuci tangan sebelum makan.

Diare bisa berlangsung hingga beberapa hari, namun dalam beberapa kasus, diare parah bisa berlangsung hingga beberapa minggu. Yang menjadi masalah adalah, diare juga bisa memicu gangguan kesehatan lainnya seperti menurunnya berat badan dengan drastis, dehidrasi, hingga kematian.

Di Indonesia, terdapat sebuah mitos yang menyebutkan bahwa diare bisa diatasi dengan mengonsumsi telur asin. Sebenarnya, apakah memang telur asin bisa mengatasi masalah kesehatan ini?

Karena rasanya asin, bisa dipastikan bahwa di dalam telur asin terdapat kandungan garam yang cukup tinggi. Fungsi dari garam ini pun mirip dengan cairan oralit yang bisa mencegah sekaligus mengatasi masalah dehidrasi yang dialami oleh penderita diare. Selain itu, telur asin memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sehingga jika dikonsumsi dengan makanan sehat lainnya bisa memenuhi kebutuhan nutrisi sehat tubuh kita. Telur asin juga termasuk dalam makanan yang lunak, lembut, dan rendah serat. Hal ini bisa membantu pencernaan menjadi lebih lambat sehingga mampu menenangkan saluran pencernaan.

Melihat adanya fakta ini, telur asin memang bisa dijadikan salah satu obat alternatif untuk mengatasi diare. Hanya saja, jika memang diare sudah cukup parah, jangan ragu untuk mendatangi dokter demi mendapatkan obat yang tepat karena jika dibiarkan, diare bisa menjadi lebih parah dan berbahaya.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

5 Kondisi yang Menyebabkan Wanita Bosan Berhubungan Seks

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat wanita malas seks

DokterSehat.Com – Selama ini seks memang identik dengan pria. Namun, wanita juga memiliki gairah seks yang cukup tinggi khususnya saat masa subur dan menstruasi. Wanita juga bisa aktif secara seksual asalkan mereka tidak malu dengan pasangan, dan mau mengendalikan seks bergantian dengan pasangannya.

Meski wanita bisa aktif secara seksual, ada kalanya mereka malas melakukan seks. Karena kondisi tertentu, wanita lebih sering menolak melakukan seks kalau pasangannya memintanya. Kalau pun wanita mau melakukan seks, mereka tidak akan menikmati seks yang dialami dan sering berpura-pura orgasme.

Berikut lima kondisi yang menyebabkan wanita jadi malas melakukan seks dengan pasangannya.

  1. Sering merasa sakit saat seks

Wanita juga sering merasakan sakit saat seks karena mereka tidak melakukan foreplay dengan maksimal. Saat seks, pemanasan sangat dibutuhkan untuk membuat wanita siap secara seksual khususnya organ vagina. Kalau vagina tidak siap, cairan di dalamnya tidak akan diproduksi sehingga kemungkinan mengalami rasa sakit cukup tinggi.

Seks yang dijalankan dengan rasa sakit berkali-kali tentu tidak membuat wanita menjadi nyaman. Oleh karena itu, mereka disarankan untuk melakukan pemanasan dengan lebih intens agar vagina lebih basah. Kalau vagina sudah sekali mengeluarkan cairan pelumas, pasangan bisa menggunakan cairan pelumas tambahan.

  1. Pria tidak memikirkan kenikmatan wanita

Pria yang sudah terlanjur mengalami peningkatan libido sering jadi egois dan tidak bisa mengendalikan dirinya. Saat seks, pria hanya memikirkan bagaimana mereka mendapatkan kenikmatan. Padahal pasangan juga membutuhkan kenikmatan dan ingin mencapai klimaks bersama-sama.

Akibat pria yang tidak memikirkan pasangannya, wanita jadi sering malas melakukan seks. Toh, mau melakukan seks atau tidak mereka tidak mendapatkan kenikmatan. Oleh karena itu pria disarankan untuk lebih memperhatikan kondisi pasangannya. Wanita juga harus jujur kalau memang belum puas, minta bantuan pasangan untuk mendapatkannya.

  1. Komunikasi pasangan kurang

Seks bukanlah aktivitas fisik saja antara kelamin pria dan wanita. Seks juga merupakan komunikasi yang intens antara pria dan juga wanita. Seks harus dilakukan dengan baik agar pasangan sama-sama tahu kebutuhan seksual. Kalau komunikasi tidak berjalan lancar, seks hanya akan berjalan satu arah saja.

Wanita yang cenderung pasif saat seks tentu hanya akan diam saja. Mereka tidak akan melakukan seks sesuai dengan keinginannya. Mau mengendalikan seks juga tidak mungkin karena banyak sekali dari wanita yang tidak tahu harus melakukan apa. Kondisi ini menyebabkan wanita jadi malas bercinta meski diajak oleh pasangannya.

  1. Mengalami gangguan seksual

Wanita juga mengalami gangguan secara seksual pada vaginanya. Gangguan ini bisa berupa sering mengalami infeksi jamur dan mengalami keputihan berlebihan hingga mengalami perdarahan berlebih akibat endometriosis. Dua kondisi ini menyebabkan wanita jadi malas berhubungan badan dengan pasangannya.

Seks yang terlalu menyakitkan membuat wanita jadi lebih memilih untuk tidak melakukan apa-apa. Daripada nanti mengalami perdarahan yang menyebabkan rasa sakit, mereka lebih memilih untuk menolak ajakan dari pasangannya.

  1. Terlalu capai

Pria mungkin tidak menyadari kalau wanita yang bekerja sebagai ibu rumah tangga juga mengalami rasa capai yang terlalu besar. Rasa capai ini menyebabkan wanita jadi malas melakukan seks karena gairahnya menurun dengan drastis akibat tubuh yang terasa remuk.

Tubuh yang terlalu capai membuat wanita tidak bersemangat saat seks. Bahkan, saking tidak semangat, mereka tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh pasangan asal seks segera usai.

Inilah beberapa hal yang menyebabkan wanita jadi malas melakukan seks dengan pasangannya. Pernahkah Anda mengalami rasa malas saat seks?



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Obat Piroxicam: Fungsi, Dosis, Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

obat piroxicam-doktersehat

DokterSehat.Com– Pernahkah Anda mengalami rasa sakit atau nyeri di bagian tubuh seperti punggung, pinggang, dan lainnya? Obat apa yang biasa Anda gunakan untuk meredakan rasa nyeri yang berlebihan dan mengganggu aktivitas Anda? Jika Anda mengalami nyeri atau rasa sakit yang berlebihan, salah satu jenis obat yang bisa Anda gunakan adalah obat anti-inflamasi nonsteroid. Salah satu obat yang masuk ke golongan obat anti-inflamasi nonsteroid adalah obat Piroxicam. Lalu Piroxicam obat apa? Obat Piroxicam adalah obat anti-inflamasi nonsteroid yang digunakan untuk meringankan gejala seperti nyeri dan peradangan yang disebabkan oleh arthritis.

Obat Piroxicam adalah obat yang banyak dipilih untuk menangani penderita encok dan asam urat dengan rasa nyeri yang tak tertahankan. Sebagai obat yang termasuk golongan obat anti-inflamasi non steroid, obat Piroxicam adalah obat yang bekerja dengan cara menghambat produksi prostaglandin. Produksi prostaglandin dalam tubuh ketika terjadi peradangan atau infeksi tertentu akan membuat tubuh mengalami sensasi rasa nyeri yang menyakitkan.

Salah satu hal penting yang perlu Anda ingat, obat Piroxicam adalah obat yang berfungsi untuk mengurangi gejala nyeri saja dan tidak menyembuhkan pencetus nyerinya. Dengan kata lain, misalnya dalam kasus penderita arthritis, fungsi Piroxicam adalah hanya untuk mengurangi nyerinya saja dan bukan menyembuhkan penyakit arthritisnya. Maka dari itu, sangat penting untuk Anda mencari pengobatan yang menyeluruh untuk penyakit yang Anda derita dengan berkonsultasi pada dokter.

Jika Anda berniat untuk mengonsumsi obat Piroxicam ini, Anda perlu untuk mengetahui lebih jauh tentang dosis Piroxicam, komposisi Piroxicam, dan efek samping yang bisa saja terjadi setelah penggunaan obat.

Baca informasi di bawah ini apabila Anda masih penasaran dengan Piroxicam obat apa.

Nama: Piroxicam
Nama Dagang: Feldene
Kelas Obat: NSAID (obat anti inflamasi non steroid)
Obat lain yang termasuk kelas NSAID: Asam asetilsalisilat, Aspirin, Choline magnesium trisalisilat, Diflunisal, Difenhidraimin/Ibuprofen, Etodolac, Ketoprofen, Meloxicam, Nabumetone, Piroxicam, Salsalate, Sulindac, Tolmetin
Tersedia Dalam Bentuk: Piroxicam sediaan dikemas dalam kapsul 10 mg dan 20 mg

Peringatan Piroxicam

  • Obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID termasuk piroksikam) mungkin jarang meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke. Risiko yang mungkin lebih besar jika Anda memiliki penyakit jantung atau memiliki peningkatan risiko untuk penyakit jantung (misalnya, akibat merokok, riwayat keluarga penyakit jantung, atau kondisi seperti tekanan darah tinggi atau diabetes), atau dengan penggunaan obat NSAID lebih lama. Obat ini sebaiknya tidak dikonsumsi tepat sebelum atau setelah operasi bypass jantung (CABG).
  • Obat piroksikam dapat meningkatkan risiko perdarahan serius (atau fatal) lambung atau usus. Efek ini dapat terjadi tanpa peringatan setiap saat saat ketika mengkonsumsi obat ini. orang dewasa yang lebih tua mungkin berada pada risiko yang lebih tinggi untuk efek perdarahan lambung atau usus.
  • Hentikan piroksikam dan cari bantuan medis segera terdapat salah satu efek samping serius seperti: tinja hitam (pertanda perdarahan lambung), nyeri perut perut terus-menerus, muntah yang terlihat seperti bubuk kopi, nyeri dada/rahang kiri, sesak napas, berkeringat yang terlalu banyak, kebingungan, kelemahan pada satu sisi tubuh, bicara cadel, perubahan pandangan mendadak.
  • Konsultasikan dengan dokter atau apoteker tentang manfaat dan risiko dari mengkonsumsi obat ini.

Penggunaan Obat Piroxicam

Piroksikam digunakan untuk mengurangi rasa sakit, pembengkakan, dan kekakuan sendi karena arthritis. Dengan mengurangi gejala-gejala tersebut, Anda dapat melakukan aktivitas normal sehari-hari dengan lebih nyaman. Obat ini dikenal sebagai obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID). Ia bekerja dengan menghalangi produksi zat alami tubuh tertentu yang menyebabkan peradangan (yaitu prostaglandin).

Jika Anda memiliki kondisi kronis seperti radang sendi, tanyakan kepada dokter Anda tentang perawatan non-obat dan/atau menggunakan obat lain untuk mengobati rasa sakit Anda. Lihat juga bagian Peringatan.

Indikasi & Dosis Piroxicam

Sebanyak 20 mg diminum setiap hari atau dibagi dua kali sehari; tidak lebih dari 30-40 mg/hari.

Penggunaan pada anak berusia kurang dari 12 tahun tidak direkomendasikan.

Penggunaan Lain

Bagian ini berisi penggunaan obat ini yang tidak tercantum dalam label profesional untuk obat, tetapi yang mungkin diresepkan oleh dokter Anda. Gunakan obat ini untuk kondisi yang tercantum hanya jika sudah diresepkan oleh dokter.

Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati serangan gout atau rematik.

Manfaat Piroxicam cukup banyak untuk mengurangi gejala nyeri yang menyakitkan. Namun, yang perlu Anda ingat, obat Piroxicam sebaiknya dikonsumsi sesuai petunjuk dokter. Konsumsi obat Piroxicam dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping khusus yang tidak diinginkan. Maka dari itu, Anda sebaiknya mengonsumsi obat ini sesuai petunjuk dokter dan jangan mengurangi atau menambah dosisnya tanpa sepengetahuan dokter Anda.

Untuk Anda yang masih penasaran tentang Piroxicam obat apa, Anda bisa membaca informasi pada halaman selanjutnya.

Piroxicam – Halaman Selanjutnya :   1   2   3   4


Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Makan Pedas Bisa Cegah Hipertensi?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

sambal-doktersehat
Photo Source: resepista.blogspot.com

DokterSehat.Com– Penyebab utama terkena masalah tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kebiasaan mengonsumsi makanan asin atau kaya akan garam. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar natrium di dalam garam yang bisa meningkatkan tekanan darah di dalam tubuh. Padahal, menurut pakar kesehatan, kita sebaiknya membatasi asupan garam maksimal satu sendok teh saja dalam sehari.

Dilansir dari Reuters, demi mencegah kebiasaan mengonsumsi banyak garam, pakar kesehatan menyarankan kita untuk mencoba makanan pedas. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Third Military Medical Unitersity, mereka yang suka mengonsumsi makanan pedas cenderung mampu menurunkan asupan garam dengan signifikan. Dengan rata-rata konsumsi garam yang lebih rendah, maka risiko untuk terkena hipertensi tentu bisa ditekan.

Dalam penelitian yang kemudian dipublikasikan dalam jurnal berjudul Hypertension ini, disebutkan bahwa orang yang hobi makan pedas cenderung mengonsumsi garam rata-rata 10,3 gram per hari, jauh lebih rendah dari orang yang mengonsumsi makanan biasa yang bisa mengonsumsi garam hingga 13,4 gram per hari.

Dr. Zhiming Zhu, salah satu peneliti yang terlibat menyebutkan bahwa dengan mengonsumsi makanan pedas, maka kita akan mendapatkan senyawa capsaicin yang mampu membuat lidah menjadi lebih sensitif dengan rasa asin. Hal ini membuat kita tak perlu lagi menambahkan garam terlalu banyak pada makanan hanya demi membuatnya tidak terasa hambar.

“Menurut penelitian kami, gemar makan pedas memiliki efek yang penting dalam menurunkan asupan garam dan mencegah peningkatan tekanan darah, tak peduli jumlah dan jenis makanannya,” ucap dr. Zhiming.

“Kami menyarankan setiap orang untuk lebih menikmati makanan pedas meskipun tentu saja harus melihat seberapa pedas rasa yang mampu mereka toleransi,” pungkasnya.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Aspirin – Manfaat, Dosis, Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

aspirin-doktersehat
Photo Source: www.pinterest.ch

DokterSehat.Com – Aspirin obat apa? Sebagian dari Anda mungkin mengenal Aspirin sebagai obat pereda sakit kepala. Aspirin adalah salah satu jenis obat yang paling tua di dunia karena sudah sejak dahulu kala digunakan untuk meredakan rasa sakit. Hingga kini Aspirin masih menjadi salah satu obat andalan untuk meredakan berbagai gajala penyakit. Ketahui tentang manfaat,dosis, efek samping, dan juga hal-hal yang harus diperhatikan sebelum konsumsi Aspirin berikut ini!

Apa Itu Aspirin

Aspirin atau asetil salisilat meruapakan olahan senyawa salisilin yang diambil dari tumbuhan. Cara kerja Aspirin adalah dengan menghambat enzim yang memproduksi mengatur senyawa prostaglandin yang merupakan senyawa yang tercipta ketika terjadi peradangan. Aspirin masuk ke dalam golongan OAINS (Obat Anti Inflamasi Non Steroid).

Manfaat Aspirin

Konsumsi Aspirin akan memberikan efek antipiretik, antiinflamasi, dan antiplatelet, serta menjadi obat analgesik. Keempat manfaat ini lah yang membuat Aspirin mampu untuk menurunkan demam, meredam nyeri, meredakan peradangan, hingga menghambat pembekuan darah.

Manfaat Aspirin lainnya adalah dapat dapat menghambat proses perlemakan hati yang bisa memicu penyakit kanker hati. Selain itu, Aspirin juga bisa membantu proses mengencerkan darah yang dapat mencegah serangan jantung.

Umumnya penggunaan Aspirin akan diresepkan oleh dokter pada pasien yang berisiko atau pernah terkena serangan jantung dan stroke, dan pada pasien yang baru saja menjalani operasi pada arteri yang tersumbat seperti bypass, carotid endarterectomy, coronary stent.

Selain memiliki manfaat sebagai obat dalam, Anda juga bisa memanfaatkan Aspirin sebagai obat luar. Efek Antiinflamasi dari penggunaan Aspirin dapat membantu meredakan peradangan pada jerawat dan luka pada kulit.

Dosis Aspirin

Aspirin umumnya tersedia dalam bentuk tablet dengan komposisi 80 mg, 320 mg, dan 500 mg. Penggunaan Aspirin sebaiknya mengacu pada resep dokter. Pemberian obat Aspirin bisa melalui oral maupun rektal. Secara umum berikut adalah dosis Aspirin yang diberikan untuk kondisi tertentu.

Dosis Aspirin untuk Dewasa atau di atas 16 tahun:

  • Aspirin untuk mengatasi nyeri dan demam, dosisnya adalah 325-500 mg diberikan sebanyak 3 hingga 4 kali dalam sehari.
  • Aspirin untuk nyeri akibat pengapuran dan peradangan sendi, dosisnya diberikan 1000 mg sebanyak 3 atau paling banyak 4 kali dalam sehari.
  • Aspirin untuk kondisi angina pectoris alias angin duduk, dosisnya adalah 75-325 mg perhari.
  • Aspirin untuk serangan jantung, dosisnya adalah sebanyak 160-162,5 mg diberikan satu kali sehari. Pemberian Aspirin dimulai sejak serangan jantung terdeteksi hingga 30 ke depan.
  • Aspirin untuk pasca operasi endarterektomi karotis atau pencegahan stroke, dosisnya diberikan sebanyak 80-650 mg perhari.
  • Aspirin untuk pasca operasi bypass jantung, dosisnya adalah 325 mg sehari sekali selama setahun setelah operasi. Mulai diberikan saat 6 jam setelah operasi.
  • Aspirin untuk pasca operasi coronary stent atau pemasangan ring jantung, dosinya sebanyak 325 mg sebelum tindakan dan 160-325 mg setiap hari setelah tindakan.

Dosis Aspirin untuk Anak:

  • Aspirin untuk demam atau nyeri anak usia 2-11 tahun, 10-15 mg/Kg. Usia di atas 12 tahun 325-650 mg.
  • Aspirin untuk penyakit Kawasaki, dosisnya sebanyak 80-100 mg/Kg/hari diberikan dalam dosis terpisah sebanyak 4 kali.

Efek Samping Aspirin

Setiap obat tentunya memiliki efek samping, begitu juga dengan Aspirin. Efek samping umum dari penggunaan Aspirin antara lain adalah iritasi lambung dan susu, mual, dan juga gangguan pencernaan. Sedangkan efek samping lainnya yang mungkin muncul, namun jarang terjadi antara lain adalah memar, muntah, gejala asma memburuk, pendarahan lambung, dan peradangan lambung.

Peringatan dan Perhatian

Berikut adalah beberpa hal yang harus Anda perhatikan dalam penggunaan Aspirin:

  • Penggunaan pada pasien usia lanjut harus lebih diperhatikan karena akan lebih sensitive terhadap efek yang diberikan Aspirin.
  • Efek seperti pusing dan mengantuk setelah konsumsi obat ini bisa semakin parah jika Anda mengonsumsi alkohol.
  • Obat ini bisa memberatkan kerja ginjal sehingga harus diperhatiakn penggunaannya pada penderita ginjal.
  • Jangan konsumsi obat ini bersamaan dengan obat herbal yang sifatnya menghambat COX-2 (enzim yang bertanggung jawab atas peradangan dan rasa sakit). Penggunaan secara bersamaan bisa menyebabkan erosi lambung.
  • Hindari penggunaan obat ini pada trimester ketiga kehamilan, tetapi masih relatif aman digunakan oleh ibu menyusui.


Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

5 Perawatan yang Harus Dilakukan Pria agar Penis Lebih “Tampan”

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat cara merawat penis

DokterSehat.Com – Merawat penis bukan perkara sering membersihkannya setelah berkemih atau buang air besar saja. Ada banyak hal yang harus dilakukan oleh pria agar penisnya tetap sehat dan terlihat lebih segar dan tampan. Penis yang tidak dirawat kadang terlihat kusam sehingga secara estetik tidak membuat wanita jadi menarik.

Kalau Anda merasa belum merawat penis dengan baik, ada baiknya untuk memperhatikan lima hal di bawah ini. Dengan melakukan perawatan di bawah ini penis akan terus sehat dan kemungkinan mengalami gangguan seperti gatal tidak akan terjadi.

  1. Merawat bagian yang jarang tersentuh

Bagian dari penis yang sering sekali dirawat dan dibersihkan adalah kepala penis. Pria akan mencucinya hingga bersih setiap saat. Saat mandi pria juga membersihkannya agar tidak ada kotoran yang menempel dan aromanya tidak apek atau pesing. Selain bagian batang dan kepala, ada bagian lain yang harus diperhatikan oleh pria.

Bagian skrotum atau kandung zakar juga harus dibersihkan dengan maksimal. Misal dirapikan rambut yang tumbuh di sana dan dibersihkan kotoran yang menempel pada lipatan kulit. Terakhir, pria yang tidak sunat harus membersihkan bagian dari kulup khususnya di bagian bawah yang sering dijadikan tempat kotoran berkumpul.

  1. Merapikan rambut kemaluan

Rapikan rambut kemaluan setiap seminggu sekali atau satu bulan sekali secara rutin. Rambut kemaluan akan membuat area penis jadi bau tidak sedap karena ada banyak keringat yang menempel. Rambut kemaluan tidak harus dibersihkan hingga habis menyisakan kulit saja, cukup rapikan agar tidak kacau.

Rambut kemaluan yang terlalu lebat membuat penis dari pria terlihat lebih kecil dari ukuran aslinya. Kalau dipotong, bentuk penis akan terlihat khususnya saat penis masih lemas. Selanjutnya, rambut kemaluan yang terlalu lebat juga kerap tersangkut di penis dan menyebabkan rasa nyeri atau sakit.

  1. Menerapkan gaya hidup sehat

Terapkan gaya hidup sehat kalau ingin memiliki penis yang cerah dan fungsinya berjalan dengan sempurna. Gaya hidup sehat ini meliputi berolahraga secara rutin setiap hari dan menerapkan diet yang sehat dan juga seimbang setiap harinya.

Pria harus menurunkan kadar lemak di dalam tubuhnya. Kalau kadar lemak turun, fungsi penis akan meningkat. Selain itu, penis juga tidak terlihat lebih pendek dari ukuran aslinya. Pria yang alami obesitas biasanya memiliki timbunan lemak di perut bagian bawahnya sehingga penis seperti tertimbun.

  1. Melakukan ejakulasi secara rutin

Pria yang melakukan ejakulasi secara rutin sebanyak 21 kali dalam satu bulan mengalami penurunan risiko kanker prostat sebanyak 33 persen. Kalau Anda khawatir kalau melakukan ejakulasi berlebihan tidak baik untuk kesehatan, lakukan setidaknya seminggu 1-2 kali baik dengan seks bersama pasangan atau melakukan masturbasi.

Melakukan ejakulasi secara berkala setiap minggunya juga baik untuk kemampuan di ranjang. Pria bisa berlatih untuk tidak mendapatkan ejakulasi dini sehingga seks aktual bisa berjalan dengan lebih baik.

  1. Merawat kulit penis agar lebih lembut

Merawat kulit penis dengan baik juga merupakan hal yang wajib dilakukan oleh pria. Cara terbaik untuk melakukan perawatan penis adalah dengan mengoleskan krim tertentu atau tidak membiarkannya jadi kering dan kasar.

Penis yang kering bisa saja memicu terjadinya eksim dan rasa gatal yang berlebihan. Oleh karena itu, lakukan perawatan rutin dan jangan lupa untuk mengecek kondisinya setiap hari.

Inilah beberapa hal yang harus dilakukan oleh penis agar terlihat lebih sehat dan menarik untuk wanita. Semoga bermanfaat untuk Anda yang ingin melakukan perawatan penis.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.